Jumat, 18 Mei 2012

BANGKIT BANGSAKU

EVALUASI DAN PERUBAHAN UNTUK KEBANGKITAN BANGSA
OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd

Ibarat perahu yang akan berlayar mengarungi samudera luas akan menuju daratan yang lain bangsa ini sudah sampai ke tengah lautan yang jauh dari jangkauan mata memandang dari daratan. Rasa senang,bangga dan was-was serta ketakutan bercampur menjadi satu dalam rasa semangat untuk menunjukkan karya yang terbaik untuk sebuah perjuangan mencapai titik keberhasilan sampai ke tujuan. Berkecamuk gelora di dalam dada obsesi diri menuntaskan asa yang sudah di rankai sejak lepas dari landasan dermaga menuju tujuan yang sudah di canangkan bersama. Terpaan angin laut yang sangat kuat mencoba menghalangi dan memberikan hambatan untuk menggapai harapan target yang akan di capai harus di atasi dengan kekompakan dan saling pengertian di antara penumpang yang ada di dalam perahu agar mendapatkan kekuatan yang berlipat demi sebuah kata keberhasilan.
Badai gelombang yang sangat besar dengan suara gemuruh dan menggelegar seantero angkasa mencoba memberikan halangan kepada para pejuang yang akan menunjukkan karya dengan kadar pengabdian yang sangat tinggi melalui keikhlasan yang tanpa pamrih dan semangat rela berkorban dan bela negara yang tiada pernah berhenti. Rasa memiliki dan cinta yang mendalam membangkitkan harapan terhadap kelangsungan dan kejayaan pada masa yang akan datang.
Bangsa ini sudah sejak 1908 melakukan kebangkitan untuk melakukan gerakan bersama agar mendapatkan kekuatan yang menggumpal demi tercapainya harapan sebuah kekuatan bangsa yang di landasi dengan adanya kerukunan dan kebersamaan yang utuh dalam setiap langkahnya. Konsep persatuan dan kesatuan yang selalu di suarakan sejak awal seakan menjadi kendali yang kuat dalam setiap langkah menuju perbaikan bangsa ini demi menggapai cita-cita yang sudah di jadikan kesepakatan awal berdirinya bangsa ini yaitu masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.
Cita-cita yang luhur dan sangat di rindukan semua warganya tersebut seakan menjadi harapan yang semu saja sepanjang masa. Harapan untuk mendapatkan ketenangan, keamanan dan ketentraman hanyalah ibarat pungguk yang merindukan bulan saja yang tidak pernah tercapai hingga saat ini. Perpecahan dan benturan antar kelompok selalu saja terjadi dan sangat mudah tersulut menjadi permusuhan yang selalu saja banyak menimbulkan korban harta benda maupun nyawa.
Kita layak melakukan evaluasi bersama dengan hati yang jernih dan menggunakan empati yang tinggi terhadap semua warga negara ini agar langkah yang kita lakukan selalu berdasar pada pemikiran untuk orang lain tidak pribadi oriented. Parameter evaluasi yang di dasarkan atas kebutuhan ketenangan, keamanan dan kebersamaan yang bersandarkan atas asas kekeluargaan untuk merangkai kemakmuran dan perdamaian bersama. Evaluasi yang paling dasar adalah semua berkenan mengambil langkah mukhasabah terhadap diri sendiri kemudian melakukan lengkah perbaikan demi memberikan karya dan ide yang berguna untuk orang lain. Langkah merefleksi diri dan memberikan perubahan kebijakan diri lebih baik dari pada saling kritik terhadap orang lain yang mungkin atau bahkan pasti kurang berkenan terhadap yang berikan masukan. Dari evaluasi individu yang di lakukan di harapkan akan mampu membangun negara ini ke arah kehidupan kebangkitan yang baru menuju terwujudnya kebersamaan yang tidak hanya sebuah retorika saja tetapi sebuah harapan untuk menjadikan bangsa ini yang cerdas,damai dan adil makmur bahagia sejahtera.
Bangsa ini sangat merindukan kebersamaan dan kerukunan yang terasa indah tidak berbalut kebohongan yang bergaya bersama-sama memikirkan kepentingan orang banyak tetapi sebenarnya hanya memikirkan keuntungan diri semata. Langkah-langkah yang di jadikan pondasi gerakan kebersamaan dan kekeluargaan sebagai upaya untuk mengeksplorasi potensi bangsa ini agar mampu berdiri dan mandiri dengan kekuatan dan potensi diri yang di miliki. Segala potensi kita kelola dengan kelebihan serta kekurangan yang dimiliki berdasarkan penghargaan dan adanya pujian terhadap setiap karya untuk di satukan menjadi sebuah kekuatan. Dalam bahasa psikologi perlu ada sangsi dan pujian kepada setiap anggota masyarakat dengan batasan yang jelas dan tanpa terdapat rekayasa dan kepura-puraan dalam implementasinya.
Kebangkitan bangsa ini sangat bergantung pada rekayasa dan ide-ide kreatif pemimpin-pemimpin masa depan bangsa ini yang lebih mengandalkan kejujuran dan pengabdian di bandingkan dengan ambisi kelompok dan obsesi kenikmatan diri sendiri yang sering berakibat pada hancurnya nama diri sendiri.Sekaligus penghargaan kepada para pendahulu yang sudah berkorban dan berkarya untuk mencapai keadaan yang seperti sekarang ini.
Keikhlasan berkarya akan mampu menjadikan sumber inspirasi bagi diri sendiri maupun orang lain yang menjadi konsumen karya yang telah di lakukan dan tercipta.Membuat nama baik akan di ikuti dengan adanya apresiasi dan penghargaan yang di berikan kepada kita dari manapun, akan berbanding terbalik bila kita hanya mengejar materi untuk kenikmatan diri biasanya akan di sertai dengan hancurnya nama baik kita.Penulis yakin harapan itu masih selalu ada dan di berikan kepada bangsa ini untuk selalu menjadi salah satu yang terbaik di bumi ini melalui daya kreasi dinamisasi kerjasama dan saling pengertian serta kesabaran semua warganya...amin.