Kamis, 06 Februari 2014

PUISI KITA



SENANDUNG KERINDUAN I
Sayup suara burung malam
Kepak kelelawar tebarkan rasa kesepian
Padamkan pesona dunia kelam
Hanyutkan kokohnya tembok raksasa kehidupan
Sesosok tubuh berkelebat
          Sesungging senyum melintas
          Sayup hadirkan dendang kerinduan
          Masa lalu yang sudah terlalui
Wajah lembut nan sayu
Tubuh indah menawan
Keceriaan berbalut luka
Bangkitkan hasrat untuk berjumpa
          Nyanyian alam
          Alunkan nada-nada kehilangan
          Senandungkan kidung kerinduan.....
Hery Sarwanto
SMPN 3 Mranggen, Demak
                                       


SENANDUNG KERINDUAN II
Kemunafikan...
Gambarkan usainya sebuah kebenaran
Hilangnya naluri kemanusiaan
Terhempasnya kejujuran
        Ketertutupan...
        Bangkitkan rasa keingintahuan
        Suburkan skenario persekongkolan
        Sirami benih-benih penipuan
 Ku rindu... indahnya kebersamaan
Ku rindu... akan kejujuran
Ku rindu... pesona kebenaran
Menyanyikan senandung rindu keberhasilan



Hery Sarwanto
SMPN 3 Mranggen, Demak
                                        SENANDUNG KERINDUAN III

Rangkaian kata tertata untuk sang Raja
Rangkaian Alibi warnai sensasi
Bangkitkan gelora di dalam dada
Obsesi tinggi tanpa nurani
          Buah karya tanpa rasa
          sejuta noda tiada warna
          Aroma dusta dalam sketsa
          Dinamika Irama angkara
 Seuntai bunga  aroma keberhasilan
Menguak badai kedustaan
Bangunkan dari nista kebodohan
Bangkitkan etos perjuangan
          Ku sentuh dengan kelembutan
          Ku sayat penuh kemesraan
          Ku bongkar nuansa ketidak harmonisan
          Ku rindukan kebersamaan... Untuk Keberhasilan
                                        Hery Sarwanto
SMPN 3 Mranggen, Demak
                                       

STADION UNTUK DEMAKKU



GEDUNG OLAH RAGA
 SEBAGAI SALAH SATU PIJAKAN PENTING MENUJU PRESTASI DAN EKSISTENSI KABUPATEN DEMAK
                                           OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si
Di dalam era persaingan hidup yang semakin ketat ini sering kali keunggulan menjadi sebuah target yang harus di capai untuk menampilkan eksistensi diri dan kebanggan kelompok masyarakat. Di antara kebanggaan yang di miliki Kabupaten Demak adalah Masjid Agung sebagai salah satu Cagar Budaya, potensi pariwisata dan sekaligus bukti akan kejayaan masa lalu kabupaten Demak yang merupakan kerajaan Islam tertua di pulau Jawa. Bila kita berfikir sempit dan hanya bangga dengan keberadaan masa lalu dengan kejayaan yang telah di peroleh para leluhur tentulah pemikiran yang kurang sesuai dengan keadaan saat ini.Yang harus di ciptakan tentunya kebanggaan yang ada saat ini, yaitu kebanggaan karena keunggulan yang di ciptakan sekarang sehingga menjadi buah karya fenomenal yang mampu mengangkat nama baik daerah ini sejajar atau bahkan lebih tinggi di bandingkan  daerah lain. Ada hal-hal yang mampu mengangkat nama baik dan kebanggan daerah,antara lain:
1.PRESTASI 
Sebagai bentuk realisasi dari perjuangan yang di lakukan saat ini untuk mampu menampilkan eksistensi diri adalah dengan menunjukkan rangkaian prestasi yang tinggi. Dengan torehan catatan prestasi yang mampu di tuliskan dengan tinta emas di berbagai kejuaraan yang di adakan pada tingkat yang lebih tinggi maka akan menampilkan sebuah kebanggaan yang berharga sangat mahal.
 Tentulah sebuah prestasi tidak pernah dapat di raih dengan mudah dan murah, karena di tuntut perjuangan yang sangat panjang dan dibutuhkan biaya sangat besar sehingga mampu menjadikan prestasi yang membanggakan semua warga. Baru-baru ini warga kabupaten Demak merasa bangga dengan raihan prestasi yang di tunjukkan oleh tim kabupaten ini dengan raihan beberapa medali emas dalam kejuaraan daerah tenis meja yang di selenggarakan oleh PENGPROV Jawa Tengah di Kabupaten Klaten 23-26 Desember 2013. Bahkan dengan materi pemain yang masih terbilang muda berhasil lolos dalam pra porprov dan mengikutkan cabang tenis meja di porprov 2013,yang merupakan prestasi yang pertama terjadi di cabang olah raga ini . Tentunya sebuah kebanggaan bagi warga Demak, setelah sekian waktu sebelumnya sering di muat di media atas ketidaksertaannya tim Pra Porprov bertanding di cabang sepak bola.
2.KARYA FENOMENAL
Orang tak ada yang ragu akan kebesaran Kabupaten Demak masa lalu sebagai kerajaan Islam pertama di pulau Jawa sebagaimana peninggalan yang masih bertahan sampai saat ini yaitu Masjid Agung Demak. Sebuah karya yang luar biasa sudah di perlihatkan oleh para pendahulu untuk membangkitkan kebanggaan akan daerah yang di diaminya. Setiap hari banyak wisatawan religius yang datang ke Demak baik dari dalam maupun luar pulau Jawa, yang tentunya mendatangkan kebanggan sekaligus pendapatan untuk daerah.
Sebagai bahan motivasi para pemimpin daerah untuk menjadikan kabupaten ini lebih eksis di bandingkan daerah di sekitarnya.Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berkenan berkarya untuk kemajuan dan kebaikan daerah yang di pimpinnya.
Bila para pendahulu sudah menampilkan karya yang kita rasakan dampaknya sampai sekarang, maka penulis berfikir” Mengapa tidak, kalau sekarang Kabupaten Demak berkarya untuk masyarakat yang akan datang..???”. Seiring dengan tuntutan prestasi untuk mensejajarkan diri dengan daerah yang lain di sekitarnya layak kiranya kalau Kabupaten Demak harus sudah berfikir untuk membuat Gedung olah raga yang representatif sehingga layak untuk di gunakan pertandingan-pertandingan dengan kelas yang lebih tinggi,misalnya tingkat propinsi.
Di samping latihan yang intensif, sarana latihan juga sangat menentukan keberhasilan menuju prestasi, oleh karena itu pihak-pihak yang kompeten sudah selayaknya untuk mulai memikirkan minimnya sarana olah raga di kabupaten Demak di bandingkan daerah-daerah sekitarnya,misalnya: Kudus, Jepara, Grobogan dan Semarang. Karena bila memang terealisir maka akan banyak kegunaannya di samping untuk olah raga juga untuk rekreasi,pertokoan dan lain-lain. Sehingga merupakan aset yang akan meningkatkan pendapatan daerah di masa yang akan datang, sekaligus mampu memberikan kebanggaan kepada generasi yang akan datang.
Penulis yakin melalui perencanaan matang dan kemauan yang tinggi pemerintah daerah dengan dukungan semua warga akan mampu merealisir sebuah impian yang akan membawa kebanggaan serta mampu mengangkat eksistensi Kabupaten Demak di antara kabupaten-kabupaten lain, yaitu membangun Gedung olah raga yang representatif.Sangat di harapkan pula tentunya dukungan dari DPRD yang akan memberikan dorongan semangat dengan mencarikan alternatif pendanaan sebagai aktualisasi suara rakyat. Semoga...???

                                                                  
                                                           

Selasa, 04 Februari 2014

PERTARUNGAN PROMO



PERTARUNGAN PROMOSI DI DUNIA PENDIDIKAN MENYAMBUT PESTA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si
            Setiap tahun ajaran akan berakhir maka selalu di ikuti dengan proses berikutnya yang sangat membutuhkan konsentrasi dan strategi jitu untuk membuat tercapainya tujuan yang menjadi target. Bahkan sebelum ujian penentuan kelulusan di lakukan selalu saja para pelaku pendidikan sudah membagi konsentrasi untuk mencari peserta didik yang akan mengikuti proses pembelajaran di tahun ajaran berikutnya. Sebuah sinergi dan proses yang berkesinambungan dalam rangka memenuhi harapan semua pihak yang bersinggungan dengan para pelaku peningkatan kualitas manusia muda sebagai calon objek didik.
            Benarkah yang di lakukan adalah upaya untuk memajukan dunia pendidikan kita...???. Apakah yang di lakukan tidak merusak keindahan alam...?,karena memasang baliho di sembarang tempat dan pohon. Bisakah mereka mengelola persaingan dengan positif dan tidak saling mencederai orang dan institusi lain...? Tidakkah yang terjadi hanya merupakan upaya untuk mengeruk keuntungan diri...? Sanggupkah para pelaku pendidikan melakukan upaya promosi dengan cara jujur dan mendidik...?
            Demikian banyak pertanyaan yang mengalir di dalam benak masyarakat kita dewasa ini yang peduli dengan pelestarian dan keindahan alam dalam menyikapi banyaknya fenomena pemasangan spanduk untuk memasarkan institusi diri yang ada dalam dunia pendidikan kita. Banyak cara yang dilakukan dalam rangka mencapai cita-cita dan kesejahteraan diri dan kelompok masing-masing. Banyaknya baliho yang bertebaran yang menyeberang di jalan raya seakan memberikan janji-janji yang manis kepada calon konsumen pendidikan. “Kualitas tinggi,lulus  langsung dapat kerja,gratis,pendidikan modern” adalah sebagian janji-janji yang banyak di berikan melalui spanduk-spanduk yang terpampang di jalan-jalan.
Bila kita telusuri dan lakukan pengamatan lebih mendekat ternyata tulisan yang terpajang hanya merupakan sebagian dari aksi yang di lakukan untuk menarik perhatian calon peserta didik dan orang tuannya.Kita akan lihat dan dengar banyaknya upaya lain melalui cara-cara yang mungkin agak kurang terpuji bila di kaji dari sudut pandang pendidikan bermoral dan religius.
            Pemberian yang dilakukan dengan pamrih merupakan tindakan yang kurang terpuji. Ada lembaga sekolah yang memberikan seragam sekolah, seragam pramuka, seragam olah raga kepada calon siswa yang di ikuti dengan janji-janji yang lain tentu sangat menarik untuk mereka. Kemudahan dan kenikmatan semu yang di tawarkan kepada para calon pengguna jasa pendidikan hanyalah ibarat mereka menggali lubang untuk memberikan service yang menarik, sebenarnya sebuah jebakan yang nanti akan di ikutilangkah berikutnya untuk mendapatkan keuntungan.Mereka tentu sudah memperhitungkan pula darimana galian lubang yang menganga tersebut akan di tutup agar rumah tangga institusi mereka tidak mengalami masalah.  
Bahkan ada cara yang lebih ekstrim lagi yang di lakukan untuk menarik simpati masyarakat dengan mengatrol nilai ujian. Menggunakan  segala cara yang di kembangkan oleh para panitia untuk membuat hasil siswa yang mengikuti ujian menjadi tinggi dan mendapatkan prosentase kelulusan yang tinggi.Hasil kelulusan yang tinggi,apalagi 100% akan mampu menambah daya tarik masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.Perilaku pendidikan ketidakjujuran yang di lakukan tidak pernah tereksplor, karena rapatnya model kerahasiaan strategi yang di kembangkan. Target pemenuhan kuota kebutuhan peserta didik yang penting terpenuhi adalah tujuan utama mereka,walaupun janji-janji untuk memberikan kualitas pendidikan yang baik seakan ibarat menantikan bulan terjatuh dari langit,karena sulit untuk didapatkan oleh siswa.
Berbagai tingkatan sekolah,dari SD/MI,SMP/MTS,SMA/SMK/MA sampai perguruan tinggi memang di tuntut pendai melakukan kreasi untuk menarik peserta didik sebanyak-banyaknya. Cara-cara santun dan tidak menodai arti kejujuran dan kebenaran akan lebih baik di bandingkan dengan melakukan pembohongan publik. Pemasangan baliho dan spanduk di batang pohon di pinggir jalan tentu merupakan langkah yang kurang tepat di lakukan oleh kita insan berpendidikan. Di samping tidak sedap di pandang mata juga akan mengurangi kekuatan dan daya tahan hidup bagi tanaman di pinggir jalan.
 Upaya promosi harus di lakukan oleh pembuatan produk, termasuk di dalamnya para produsen jasa pendidikan kepada calon peserta didik .Cara-cara yang inovatif dan tidak melempar janji yang sangat berat untuk di tepati tentu lebih bijaksana dan berdampak baik bagi dunia pendidikan kita.Menanggalkan “Negatif promotions” tentu akan lebih baik, karena merupakan service yang pertama kepada orang tua dan calon peserta didik.Menunjukkan karya nyata berupa perilaku yang simpatik murid yang sudah ada dan prestasi yang tinggi adalah cara bijak dan terpuji dan memiliki dampak panjang bagi promosi-promosi berikutnya di tahun ajaran depan.   
Hasil yang baik bagi peningkatan pendidikan karakter dan mencintai alam semesta demi kemajuan bangsa tentu yang sangat kita harapkan di masa yang akan datang, Tentunya kesadaran, kesabaran dan kepedulian para pelaku pendidikan untuk unjuk” pamer prestasi” tentu sangat kita harapkan dan bukan hanya unjuk “pamer janji” .Insya Allah anak-anak masa depan akan mendapatkan bimbingan yang lebih baik dan luas dalam merangkai jalan menuju keberhasilannya masing-masing sesuai bakat dan potensi yang di miliki tanpa terjerumus oleh janji –janji yang nanti akan menuntut mereka untuk membayar demi keberhasilan dan kemenangan institusi yang menjual negatif promosi,Amin

Selasa, 14 Januari 2014

SANG JAWARA


Tim ini telah berjaya selama kurun waktu lima tahun sebagai juara pertama dalam ajang POR PGRI Tingkat Kecamatan, dalam rangka HUT PGRI. 

Jumat, 18 Mei 2012

BANGKIT BANGSAKU

EVALUASI DAN PERUBAHAN UNTUK KEBANGKITAN BANGSA
OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd

Ibarat perahu yang akan berlayar mengarungi samudera luas akan menuju daratan yang lain bangsa ini sudah sampai ke tengah lautan yang jauh dari jangkauan mata memandang dari daratan. Rasa senang,bangga dan was-was serta ketakutan bercampur menjadi satu dalam rasa semangat untuk menunjukkan karya yang terbaik untuk sebuah perjuangan mencapai titik keberhasilan sampai ke tujuan. Berkecamuk gelora di dalam dada obsesi diri menuntaskan asa yang sudah di rankai sejak lepas dari landasan dermaga menuju tujuan yang sudah di canangkan bersama. Terpaan angin laut yang sangat kuat mencoba menghalangi dan memberikan hambatan untuk menggapai harapan target yang akan di capai harus di atasi dengan kekompakan dan saling pengertian di antara penumpang yang ada di dalam perahu agar mendapatkan kekuatan yang berlipat demi sebuah kata keberhasilan.
Badai gelombang yang sangat besar dengan suara gemuruh dan menggelegar seantero angkasa mencoba memberikan halangan kepada para pejuang yang akan menunjukkan karya dengan kadar pengabdian yang sangat tinggi melalui keikhlasan yang tanpa pamrih dan semangat rela berkorban dan bela negara yang tiada pernah berhenti. Rasa memiliki dan cinta yang mendalam membangkitkan harapan terhadap kelangsungan dan kejayaan pada masa yang akan datang.
Bangsa ini sudah sejak 1908 melakukan kebangkitan untuk melakukan gerakan bersama agar mendapatkan kekuatan yang menggumpal demi tercapainya harapan sebuah kekuatan bangsa yang di landasi dengan adanya kerukunan dan kebersamaan yang utuh dalam setiap langkahnya. Konsep persatuan dan kesatuan yang selalu di suarakan sejak awal seakan menjadi kendali yang kuat dalam setiap langkah menuju perbaikan bangsa ini demi menggapai cita-cita yang sudah di jadikan kesepakatan awal berdirinya bangsa ini yaitu masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.
Cita-cita yang luhur dan sangat di rindukan semua warganya tersebut seakan menjadi harapan yang semu saja sepanjang masa. Harapan untuk mendapatkan ketenangan, keamanan dan ketentraman hanyalah ibarat pungguk yang merindukan bulan saja yang tidak pernah tercapai hingga saat ini. Perpecahan dan benturan antar kelompok selalu saja terjadi dan sangat mudah tersulut menjadi permusuhan yang selalu saja banyak menimbulkan korban harta benda maupun nyawa.
Kita layak melakukan evaluasi bersama dengan hati yang jernih dan menggunakan empati yang tinggi terhadap semua warga negara ini agar langkah yang kita lakukan selalu berdasar pada pemikiran untuk orang lain tidak pribadi oriented. Parameter evaluasi yang di dasarkan atas kebutuhan ketenangan, keamanan dan kebersamaan yang bersandarkan atas asas kekeluargaan untuk merangkai kemakmuran dan perdamaian bersama. Evaluasi yang paling dasar adalah semua berkenan mengambil langkah mukhasabah terhadap diri sendiri kemudian melakukan lengkah perbaikan demi memberikan karya dan ide yang berguna untuk orang lain. Langkah merefleksi diri dan memberikan perubahan kebijakan diri lebih baik dari pada saling kritik terhadap orang lain yang mungkin atau bahkan pasti kurang berkenan terhadap yang berikan masukan. Dari evaluasi individu yang di lakukan di harapkan akan mampu membangun negara ini ke arah kehidupan kebangkitan yang baru menuju terwujudnya kebersamaan yang tidak hanya sebuah retorika saja tetapi sebuah harapan untuk menjadikan bangsa ini yang cerdas,damai dan adil makmur bahagia sejahtera.
Bangsa ini sangat merindukan kebersamaan dan kerukunan yang terasa indah tidak berbalut kebohongan yang bergaya bersama-sama memikirkan kepentingan orang banyak tetapi sebenarnya hanya memikirkan keuntungan diri semata. Langkah-langkah yang di jadikan pondasi gerakan kebersamaan dan kekeluargaan sebagai upaya untuk mengeksplorasi potensi bangsa ini agar mampu berdiri dan mandiri dengan kekuatan dan potensi diri yang di miliki. Segala potensi kita kelola dengan kelebihan serta kekurangan yang dimiliki berdasarkan penghargaan dan adanya pujian terhadap setiap karya untuk di satukan menjadi sebuah kekuatan. Dalam bahasa psikologi perlu ada sangsi dan pujian kepada setiap anggota masyarakat dengan batasan yang jelas dan tanpa terdapat rekayasa dan kepura-puraan dalam implementasinya.
Kebangkitan bangsa ini sangat bergantung pada rekayasa dan ide-ide kreatif pemimpin-pemimpin masa depan bangsa ini yang lebih mengandalkan kejujuran dan pengabdian di bandingkan dengan ambisi kelompok dan obsesi kenikmatan diri sendiri yang sering berakibat pada hancurnya nama diri sendiri.Sekaligus penghargaan kepada para pendahulu yang sudah berkorban dan berkarya untuk mencapai keadaan yang seperti sekarang ini.
Keikhlasan berkarya akan mampu menjadikan sumber inspirasi bagi diri sendiri maupun orang lain yang menjadi konsumen karya yang telah di lakukan dan tercipta.Membuat nama baik akan di ikuti dengan adanya apresiasi dan penghargaan yang di berikan kepada kita dari manapun, akan berbanding terbalik bila kita hanya mengejar materi untuk kenikmatan diri biasanya akan di sertai dengan hancurnya nama baik kita.Penulis yakin harapan itu masih selalu ada dan di berikan kepada bangsa ini untuk selalu menjadi salah satu yang terbaik di bumi ini melalui daya kreasi dinamisasi kerjasama dan saling pengertian serta kesabaran semua warganya...amin.