Jumat, 18 Mei 2012

BANGKIT BANGSAKU

EVALUASI DAN PERUBAHAN UNTUK KEBANGKITAN BANGSA
OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd

Ibarat perahu yang akan berlayar mengarungi samudera luas akan menuju daratan yang lain bangsa ini sudah sampai ke tengah lautan yang jauh dari jangkauan mata memandang dari daratan. Rasa senang,bangga dan was-was serta ketakutan bercampur menjadi satu dalam rasa semangat untuk menunjukkan karya yang terbaik untuk sebuah perjuangan mencapai titik keberhasilan sampai ke tujuan. Berkecamuk gelora di dalam dada obsesi diri menuntaskan asa yang sudah di rankai sejak lepas dari landasan dermaga menuju tujuan yang sudah di canangkan bersama. Terpaan angin laut yang sangat kuat mencoba menghalangi dan memberikan hambatan untuk menggapai harapan target yang akan di capai harus di atasi dengan kekompakan dan saling pengertian di antara penumpang yang ada di dalam perahu agar mendapatkan kekuatan yang berlipat demi sebuah kata keberhasilan.
Badai gelombang yang sangat besar dengan suara gemuruh dan menggelegar seantero angkasa mencoba memberikan halangan kepada para pejuang yang akan menunjukkan karya dengan kadar pengabdian yang sangat tinggi melalui keikhlasan yang tanpa pamrih dan semangat rela berkorban dan bela negara yang tiada pernah berhenti. Rasa memiliki dan cinta yang mendalam membangkitkan harapan terhadap kelangsungan dan kejayaan pada masa yang akan datang.
Bangsa ini sudah sejak 1908 melakukan kebangkitan untuk melakukan gerakan bersama agar mendapatkan kekuatan yang menggumpal demi tercapainya harapan sebuah kekuatan bangsa yang di landasi dengan adanya kerukunan dan kebersamaan yang utuh dalam setiap langkahnya. Konsep persatuan dan kesatuan yang selalu di suarakan sejak awal seakan menjadi kendali yang kuat dalam setiap langkah menuju perbaikan bangsa ini demi menggapai cita-cita yang sudah di jadikan kesepakatan awal berdirinya bangsa ini yaitu masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.
Cita-cita yang luhur dan sangat di rindukan semua warganya tersebut seakan menjadi harapan yang semu saja sepanjang masa. Harapan untuk mendapatkan ketenangan, keamanan dan ketentraman hanyalah ibarat pungguk yang merindukan bulan saja yang tidak pernah tercapai hingga saat ini. Perpecahan dan benturan antar kelompok selalu saja terjadi dan sangat mudah tersulut menjadi permusuhan yang selalu saja banyak menimbulkan korban harta benda maupun nyawa.
Kita layak melakukan evaluasi bersama dengan hati yang jernih dan menggunakan empati yang tinggi terhadap semua warga negara ini agar langkah yang kita lakukan selalu berdasar pada pemikiran untuk orang lain tidak pribadi oriented. Parameter evaluasi yang di dasarkan atas kebutuhan ketenangan, keamanan dan kebersamaan yang bersandarkan atas asas kekeluargaan untuk merangkai kemakmuran dan perdamaian bersama. Evaluasi yang paling dasar adalah semua berkenan mengambil langkah mukhasabah terhadap diri sendiri kemudian melakukan lengkah perbaikan demi memberikan karya dan ide yang berguna untuk orang lain. Langkah merefleksi diri dan memberikan perubahan kebijakan diri lebih baik dari pada saling kritik terhadap orang lain yang mungkin atau bahkan pasti kurang berkenan terhadap yang berikan masukan. Dari evaluasi individu yang di lakukan di harapkan akan mampu membangun negara ini ke arah kehidupan kebangkitan yang baru menuju terwujudnya kebersamaan yang tidak hanya sebuah retorika saja tetapi sebuah harapan untuk menjadikan bangsa ini yang cerdas,damai dan adil makmur bahagia sejahtera.
Bangsa ini sangat merindukan kebersamaan dan kerukunan yang terasa indah tidak berbalut kebohongan yang bergaya bersama-sama memikirkan kepentingan orang banyak tetapi sebenarnya hanya memikirkan keuntungan diri semata. Langkah-langkah yang di jadikan pondasi gerakan kebersamaan dan kekeluargaan sebagai upaya untuk mengeksplorasi potensi bangsa ini agar mampu berdiri dan mandiri dengan kekuatan dan potensi diri yang di miliki. Segala potensi kita kelola dengan kelebihan serta kekurangan yang dimiliki berdasarkan penghargaan dan adanya pujian terhadap setiap karya untuk di satukan menjadi sebuah kekuatan. Dalam bahasa psikologi perlu ada sangsi dan pujian kepada setiap anggota masyarakat dengan batasan yang jelas dan tanpa terdapat rekayasa dan kepura-puraan dalam implementasinya.
Kebangkitan bangsa ini sangat bergantung pada rekayasa dan ide-ide kreatif pemimpin-pemimpin masa depan bangsa ini yang lebih mengandalkan kejujuran dan pengabdian di bandingkan dengan ambisi kelompok dan obsesi kenikmatan diri sendiri yang sering berakibat pada hancurnya nama diri sendiri.Sekaligus penghargaan kepada para pendahulu yang sudah berkorban dan berkarya untuk mencapai keadaan yang seperti sekarang ini.
Keikhlasan berkarya akan mampu menjadikan sumber inspirasi bagi diri sendiri maupun orang lain yang menjadi konsumen karya yang telah di lakukan dan tercipta.Membuat nama baik akan di ikuti dengan adanya apresiasi dan penghargaan yang di berikan kepada kita dari manapun, akan berbanding terbalik bila kita hanya mengejar materi untuk kenikmatan diri biasanya akan di sertai dengan hancurnya nama baik kita.Penulis yakin harapan itu masih selalu ada dan di berikan kepada bangsa ini untuk selalu menjadi salah satu yang terbaik di bumi ini melalui daya kreasi dinamisasi kerjasama dan saling pengertian serta kesabaran semua warganya...amin.

Senin, 30 April 2012

NAPA IPS TIDAK MENARIK

PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KURANG DI PERHATIKAN…?

OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si
Berdasarkan keputusan pemerintah tentang pelaksanaan ujian nasional hanya di laksanakan terhadap 4 mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia,Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris. Dengan dalih untuk peningkatan kualitas pendidikan nasional negeri ini, ternyata langkah – langkah kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi di masyarakat di lakukan. Walaupaun sudah mendapat banyak masukan dari berbagai kalangan, termasuk Mahkamah Konstitusi tetapi pemerintah bersemboyan” anjing menggonggong kafilah berlalu” untuk tetap menjalankan ujian nasional. Sehingga banyak terjadi berbagai masalah akibat dari kebijakan yang di ambil pemerintah tersebut.
Dampak negatif yang nyata akibat adanya Ujian nasional adalah menurunnya perhatian dan penghargaan siswa, orang tua dan para pengelola pendidikan dapat di lihat dari fenomena siswa mengurangi frekwensi belajar pelajaran yang tidak di uji nasional. Tidak ada orang tua yang mendorong dan menugaskan anaknya untuk belajar / les privat mata pelajaran non ujian nasional, begitu juga lembaga – lembaga bimbingan belajar tidak ada yang membuka bimbingan selain pelajaran uji nasional, Sehingga dari sana tampak jelas akan rendahnya penghargaan terhadap materi pelajaran yang di anggap bukan inti tersebut.
Semua jenis mata pelajaran yang di berikan di sekolah tentunya menginginkan mendapat apresiasi yang sama dari para peserta didik, wali murid, guru, pemerintah maupun para pengelola pendidikan lainnya. Bila kita berkenan mengkaji korelasi tentang pelajaran yang di berikan di sekolah dan permasalahan yang terjadi di masyarakat, tentunya kita harus berpikir ulang untuk hanya melaksanakan ujian nasional dengan 4 mata pelajaran yang akhirnya sangat membuat resah berbagai kalangan.

Karena pendidikan yang sebenarnya merupakan “proses pendewasaan terhadap manusia muda”, tentu di butuhkan pengetahuan yang sangat luas tentang kejadian yang sudah lampau, yang terjadi dan akan terjadi di masyarakat, hal tersebut tentunya akan di dapatkan di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ). Dari sana siswa akan mendapatkan informasi yang nyata tentang berbagai keadaan dan masalah yang sering terjadi dimasyarakat.
Rendahnya rasa semangat cinta tanah air, mulai terkikisnya toleransi dan kebersamaan bernegara yang di tandai dengan melemahnya semangat untuk berprestasi demi mengangkat nama besar negara di mata international adalah salah satu bukti akan pentingnya di berikan perhatian yang lebih terhadap mata pelajaran IPS. Dengan mempelajari masa lalu dan potensi yang di miliki oleh negara ini tentu akan mampu membangkitkan semangat siswa untuk berkarya demi diri, dan daerahnya sehingga semangat nasionalisme sebagai muaranya akan terbentuk dengan sendirinya. Sosialisasi dan aktualisasi diri siswa merupakan wahana untuk pematangan diri siswa sebelum mereka terjun pada kehidupan yang sebenarnya di tengah –tengah masyarakat kelak.
Kemampuan untuk mengetahui batas wilayah daerah dan Negara yang di tempati tentu akan di ikuti dengan bangkitnya rasa cinta tanah air yang tinggi. Negara kita sangat luas dan membutuhkan kepedulian kita untuk merawat dan mengelola segala potensi yang ada di dalamnya, sehingga kita mampu membuat rencana jangka pendek dan panjang dalam rangka optimalisasi sumber daya yang kita miliki untuk cita-cita membuat rakyat yang sejahtera.
Bila para pakar psikologi menyampaikan bahwa keberhasilan kita dalam kehidupan 80% di tentukan oleh kecerdasan emosi ( EMOTIONAL INTELLEGENSI) tentu layak untuk kita kaji bersama betapa kecerdasan emosi yang di maksudkan sangat banyak terdapat di dalam ilmu social. Ineraksi social, tata komunikasi yang santun , kemampuan mengelola dan mengerti hati orang lain merupakan hal yang sangat penting untuk di tonjolkan saat kita sampaikan mata pelajara IPS.
Sehingga penulis berpikir untuk mengajak kaum peduli pendidikan berkenan mencari cara agar pemerintah selaku pemegang kebijakan berkenan mencari alternative solusi yang lebih bijak demi perbaikan anak-anak kita di masa yang akan datang.

Selasa, 10 April 2012

JANGAN PAKSA ANAK DIDIK SAMA DENGAN KITA

JANGAN PAKSA ANAK DIDIK SAMA DENGAN KITA
OLEH:
HERY SARWANTO,S.Pd

Menurut Driyarkara pendidikan adalah upaya untuk memanusiakan manusia muda,sehingga merupakan kewajiban bagi kita yang lebih dewasa untuk memberikan upaya yang terbaik untuk menyampaikan pendidikan kepada anak-anak untuk masa depan mereka. Pengelolaan waktu yang efesien dan tepat merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, agar mereka terbiasa bertanggung jawab terhadap diri maupun orang lain di masa yang akan datang. Semakin hari seiring dengan pertumbuhan yang dialami akan membawa penambahan masalah yang semakin kompleks,sehingga membutuhkan kematangan diri dan pengendalian emosi dengan penggunaan logika pemikiran yang baik.
Pada saat anak memasuki usia pendidikan formal sangat dibutuhkan kejelian dan kemampuan khusus untuk melakukan eksplorasi terhadap potensi yang dimiliki oleh siswa agar mendapatkan hasil kualitas diri yang maksimal tanpa ada keterpaksaan dan penodaan terhadap nilai- nilai moralitas.Di dalam teori pendidikan ( KONVERGENSI ) disampaikan bahwa anak manusia yang dibekali dengan bakat ternyata harus di arahkan melalui pendidikan yang sesuai dan cocok untuk karakter dan potensi yang dimiliki oleh anak didik. Dari hasil bimbingan yang benar yang di- lakukan oleh guru akan mampu membangkitkan motivasi dan karakter diri yang tinggi untuk berjuang melakukan perbaikan terhadap kualitas diri baik secara lahir maupun batin. Prestasi akan datang sendiri sesuai dengan potensi dan fitrah dari Allah SWT apabila kita sudah melaksanakan proses pembimbingan secara rutin dengan benar dan konseptual.




PENDIDIK SEBAGAI JEMBATAN
Peran sentral yang dilakoni oleh pendidik adalah sebagai penyampai informasi dan penghubung antara kegelapan dan terangnya informasi keilmuan. Artinya pula guru menjembatani antara kebutaan ilmu pengetahuan dengan terangnya akan ilmu, sehingga harus ada wawasan yang luas yang dimiliki guru agar mampu mengantarkan peserta didik menuju dunia yang lebih universal dan ketat akan persaingan hidup. Sang pendidik harus mau mengantarkan siapapun tanpa pandang bulu menuju target masa depan obyek didik.
Hal penting yang seharusnya kita miliki adalah kemampuan untuk mengerti dan menyadari bahwa anak asuh kita tidak akan pernah sama dengan kita sehingga bagaimanapun kita tidak boleh membuat peserta didik menjadi kita. Masalah yang timbul bila siswa ditekan demikian ketat untuk mencapai maksud pendidik adalah sebuah kehancuran karena keliru proses dan arah pendidikan. Seorang guru mengajar mata pelajaran X memaksakan pelajaran yang disampaikan harus istimewa dikuasai siswa, sedangkan guru Y,Z,A,B,C juga demikian sama memaksa peserta didiknya untuk hasil yang sangat baik kepada siswanya, tentunya hal yang sangat berat harus dipikul oleh siswa selama menjalani proses pembelajaran di sekolah. Padahal seharusnya kita para pelaku pendidikan hanya menjadi penghantar anak- anak peserta didik menuju lembar kesuksesan.
Batasan kesuksesan seorang anak tentunya tidak bias digeneralissi antara satu dengan yang lain. Ada yang bilang berhasil bila dapat nilai metematika 8, ada yang kalau dapat nilai bahasa Inggris 8, tapi ada yang mengatakan berhasil bila sudah bisa menari atau di katakana berhasil bila masuk menjadi tim olah raga kabupaten, dll. Dengan banyaknya ragam batasan keberhasilan tentunya sebagai guru kita harus membekali diri dengan niat untuk mengantarkan anak didik kita ke jalan sukses mereka masing – masing dengan jalan yang akan di tempuh berbeda pula. Kita harus menggali potensi yang ada pada anak dengan penuh keikhlasan sehingga akan tergali potensi yang ada pada diri siswa. Jangan sampai terjadi bahkan anak didik di jadikan eksploitasi untuk kepentingan sekolah dengan di paksa untuk meraih nilai tinggi pada salah satu mapel sehingga tidak mempedulikan potensi yang anak miliki untuk di kembangkan. Bila yang terjadi demikian maka yang lahir adalah anak – anak bangsa yang tidak bisa inovatif dan cenderung menunggu di kendalikan orang lain.
Karena adanya niat terselubung , yaitu melakukan aktifitas tetapi tujuannya tidak ada keterbukaan, maka yang akan terjadi adalah penerus bangsa yang selalu licik dan memanfaatkan segala sesuatu hanya untuk kepentingan dirinya.
Kiranya hal – hal yang penulis paparkan di atas layak menjadi bahan kajian untuk bahan pemikiran kita bersama yang bergelut di dunia pendidikan,dalam melakukan kegiatan mendidik anak- anak kita. Sehingga kita mampu mewarnai para remaja calon pemimpin bangsa untuk selalu berani melakukan inovasi dan berkarya sesuai dengan bakat dan potensi diri yang mereka miliki masing – masing. Sebuah harapan pula kiranya para penerus bangsa terbentuk dengan kondisi yang ada di alam ini,mampu bertahahan dari goncangan yang menerpa dan selalu berfikir untuk menjadi anak- anak yang berguna bagi bangsa karena prestasi dan kemampuan yang mereka miliki.



Guru SMP Negeri 3 Mranggen, Demak

Selasa, 03 April 2012

MENUJU PRESTASI DEMAK

MENUJU PERUBAHAN PRESTASI KABUPATEN DEMAK

LATAR BELAKANG

Suatu daerah tentulah menginginkan memiliki kelebihan- kelebihan agar mampu bersaing dengan daerah lain. Demi mencapai keinginan tersebut akhirnya menempuh berbagai cara untuk menggali potensi yang ada di daerah tersebut.
Kabupaten Demak secara historis memegang peranan penting di dalam pengembangan agama karena merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa, sehingga memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengembangkan diri ke arah prestasi pada event yang utamanya bersifat religius untuk mengembalikan kejayaan masa lalu.Merupakan hal yang sangat penting untuk di kaji,bila pada suatu ajang perlombaan yang bersifat keagamaan, misal: MTQ, Rebana, Tafsir Alqur’an Kabupaten Demak sering pulang dengan tangan kosong tanpa gelar juara.
Letak geografis Kabupaten Demak sangat strategis: karena terletak pada jalur besar
Jakarta- Surabaya, juga di kelilingi daerah-daerah yang memiliki prestasi yang baik di tingkat Propinsi Jawa Tengah. Sebut saja Kota Semarang, Kab Kudus, Kab Jepara adalah daerah yang Memiliki prestasi yang patut di banggakan, untuk level propinsi ataupun Nasional .
Potensi alam dan Sumber Daya Manusia: Kabupaten Demak memiliki potensi alam dan peninggalan budaya yang merupakan aset yang cukup kuat untuk berprestasi.Sedangkan Sumber Daya manusianya kalau di lihat dari sudut pandang sejarah juga memiliki potensi yang besar untuk berprestasi. Tercatat nama-nama : Raden Fatah, Pati unus,Sultan Trenggono adalah bukti sejarah akan potensi Sumber Daya Manusia Kabupaten Demak.Hal itu bisa menjadi bukti bahwa masyarakat Kabupaten Demak sebenarnya memiliki prospek yang baik untuk di kembangkan

WACANA KE DEPAN

Berdasarkan beberapa data di atas, sebagai warga Demak kita layak untuk merenung bersama,Agar kita mampu mendapatkan cara untuk memberikan kontribusi dalam rangka perbaikan prestasi Demak tercinta. Sehingga rendahnya prestasi Kabupaten Demak dari tahun ke tahun dari berbagai lomba, baik umum maupun pelajar dari lomba bidang Akademik ataupun non akademik dapat teratasi.Hal itu perlu dukungan pihak-pihak terkait,antara lain:



1. PEMERINTAH DAERAH DAN DPRD
Hal sangat penting di sini adalah peran Pemerintah Daerah ( BUPATI DAN DPRD ) yang “gila prestasi” yang akan selalu mendukung setiap usaha pencapaian prestasi putra daerah. Karena Pemerintah Daerah adalah pengayom sekaligus sumber kekuatan dari setiap langkah untuk pencapaian prestasi. Hal itu tidak mungkin kita pungkiri dan di tinggal lari atau bahkan ada ketakutan untuk berprestasi yang lebih tinggi, dengan alasan: semakin tinggi tingkat prestasi semakin besar biaya yang di butuhkan.ini yang pernah di alami oleh PSD, yang akan lolos ke Divisi yang lebih tinggi tetapi pengurusnya takut untuk mencari dana seperti yang di keluhkan bapak M Ridwan (Ketua PSD), jangan sampai kasus seperti ini merembet ke cabang lain, sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Termasuk di sini adalah dalam alokasi anggaran dana dari APBD untuk KONI dan pendidikan untuk mencapai prestasi. Dari anggaran yang tersedia suatu kegiatan / event lokal dan pembinaan bisa di lakukan, yang muara akhirnya adalah sebuah prestasi. Karena menurut para ahli,Pada sistem pembinaan dan kompetisi yang ketat dan benar akan lahir prestasi- prestasi yang fenomal.Pemerintah Daerah juga perlu untuk membangun “SPORT CENTER” guna memperbanyak kesempatan para remaja mengembangkan diri untuk menggali potensi mereka.Kalau kita mau berkaca dengan daerah- daerah di sekitar kita, betapa tertinggalnya dengan daerah lain. Mereka sudah memiliki stadion yang representatif sementara kita bisa lihat jauhnya dari kepantasan stadion kita untuk pertandingan resmi.Karena bangunan stdion biasanya akan mampu membangkitka semangat untuk berprestasi, sekaligus untuk obyek wisata bagi warga .

2. DUNIA PENDIDIKAN
Penulis berpendapat bahwa pendidikan sangat memegang peran yang sangat besar dalam upaya mencapai prestasi daerah.Pembinaan dan perhatian adalah kunci dari segala bentuk permasalahan rendahnya prestasi suatu daerah secara umum.Melalui proses pembinaan yang rutin yang di lakukan pada sekolah-sekolah serta di adakannya banyak event kompetisi akan mampu membangkitkan motivasi para siswa/remaja untuk berprestasi,sehingga pola pikir saat ini yang cenderung materi oriented dan hiburan oriented dapat di kembalikan ke prestasi oriented,dengan semangat tinggi untuk berprestasi.Keinginan untuk mengangkat nama baik daerah dengan berbekal semangat yang tinggi harus selalu di bangkitkan di setiap dada warga khususnya di kalangan kawula muda, Karena prestasi adalah tolok ukur gengsi dan keberhasilan suatu daerah.
Pada saat usia anak-anak bila sudah di tanamkan untuk memiliki motivasi berprestasi maka akan selalu terbawa hingga usia dewasa kelak. Sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Daerah, tentunya yang memiliki peran besar adalah dinas Pendidikan dengan Kepala Sekolah dan guru sebagai “ujung tombak” yang paling memiliki tingkat kedekatan langsung dengan siswa atau remaja yang mayoritas adalah subyek prestasi , Kepala-kepala Sekolah Ambisius prestasi yang terkelola dengan baik oleh wadah Pemerintah Daerah yang “gila prestasi,” penulis optimis akan mampu mendongkrak prestasi Kabupaten Demak baik Akademik maupun non Akademik.
Yang selama ini terjadi adalah : Banyak kepala sekolah yang berfikir bahwa mengirim siswa untuk mengikuti lomba adalah suatu pemborosan anggaran saja. Hal yang demikian harus di kikis dan dibalikkan arah 180 derajat sekarang juga menuju arah pola pikir”PRESTASI ORIENTED”,Sehingga harus sudah tertanam jiwa prestasi ke dada semua warga tidak terkecuali para Kepala Sekolah.
Bila selama ini yang menjadi masalah adalah masalah pendanaan, maka perlu dicarikan formula yang cepat tepat agar mampu mengatasi segala hambatan.Dengan rencana kegiatan yang matang maka dapat di hitung alokasi dana yang di butuhkan untuk di angkat secara gotong royong. Apalagi baru-baru ini di adakan Reorganisasi MKKS( Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ), Seyogyanya mampu membawa pembaharuan terhadap pola pikir para kepala sekolah. Suatu tatanan baru dengan” OBSESI DAN AMBISI “ yang tinggi menuju prestasi harus di ciptakan, Dengan perencanaan anggaran pendukung yang matang ,penjadwalan pembinaan dan event yang tertata rapi serta sistem informasi ke semua sekolah yang jelas, sehingga tidak hanya reorganisasi semu, yang tanpa ada pembaharuan ,evaluasi ,hanya untuk mengejar jabatan dan kekuasan belaka
Mari lakukan perubahan langkah menuju perbaikan . Dengan ambisi yang tinggi dan penataan yang bagus pasti akan mendapat respon positif dari masyarakat untuk memberikan dukungan ke arah tercapainya target “DEMAK GO TO PRESTASI”.

3.DUKUNGAN MASYARAKAT/ SWASTA
Tanpa kita sadari ternyata di dalam suatu wilayah, masyarakat swasta memegang peranan yang cukup dominan.Karena dari sana sebenarnya anak-anak setiap hari melalui serangkaian proses aktivitas kehidupan,mereka di tempa dengan banyak permasalahan yang secara sadar atau tidak akan membentuk jiwa dan karakter penerus bangsa tersebut.
Sehingga kita perlu membentuk “MASYARAKAT PRESTASI MANIA” Yaitu masyarakat yang selalu rindu dan haus akan prestasi yang di dapatkan .Fanatisme perlu di bangkitkan agar masyarakat ikut merasa memiliki daerah ini dan berkenan untuk ambil peranan.Bila masyarakat sudah memberikan dukungan total maka kekuatan yang sangat dahsyat untuk menggairahkan prestasi kabupaten Demak.
Salah satu yang bisa di lakukan adalah sistem bapak asuh, untuk suatu cabang kegiatan di serahkan kepada salah satu badan usaha yang di anggap mampu. Akhirnya , ini hanyalah sentuhan motivasi dari penulis bagi kita semua warga Kabupaten Demak Agar kita mampu melakukan Evaluasi terhadap kegagalan masa lalu ,untuk menggapai keberhasilan dan kejayaan masa yang akan datang.Karena hanya kita sendirilah yang akan mampu membawa dan mengubah daerah ini ke arah kemajuan dan prestasi tentunya.
Dengan harapan kita mampu melihat sesuatu yang baru di Kabupaten kita tercinta ini di masa depan yang berprestasi.Dengan semboyan “DEMAK GO TO PRESTASI”.


PENULIS : HERY SARWANTO,SPd,M.Si
GURU SMPN3 MRANGGEN,DEMAK
DAN PELATIH SEPAK BOLA PS SSS
Semarang,Klub Divisi 1PSIS.

Minggu, 11 Maret 2012

PERUBAHAN DEMAK

MENUNGGU PERUBAHAN MODEL KEPEMIMPINAN DESA
DI KABUPATEN DEMAK

OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd
Beberapa bulan yang lalu tepatnya hari Minggu tanggal 28 Desember 2008 di sebagian besar desa dan kelurahan di kabupaten Demak melakukan hajat besar yaitu pemilihan Kepala Desa.Sebuah pesta demokrasi yang langsung di lakukan oleh semua warga yang sudah memiliki hak pilih, mereka bebas untuk menyampaikan aspirasinya memilih pemimpin desa untuk masa satu periode yang akan datang yakni 6 tahunan.Sebuah pembelajaran yang sangat menarik untuk di tiru para pelaku politik tingkat atas, dengan segala resiko kalah ataupun menang pada setiap pertandingan adalah hal yang biasa terjadi. Sehingga bila kita menuai kegagalan harus mampu menerima dengan legowo dan mampu menjadikan bahan untuk ’MUKHASABAH’ atas dirinya, untuk menuju pertandingan berikutnya pada waktu yang akan datang dengan persiapan yang lebih baik dari hasil evaluasi diri atas kegagalan yang sudah di alami.
Dengan kesadaran diri untuk mengabdikan kemampuannya kepada tanah tumpah darah mereka masing-masing, para ”BALON ( bakal calon )” Kepala desa memulai prosesi yang sangat panjang, hingga mencapai waktu pemilihan terjadi. Tentu mereka sudah menyadari akan adanya tugas berat membentang yang harus di hadapi, dan tidak saja ”ma’af” bayaran ( gaji/ tanah desa / bengkok ) yang akan di dapatkan saja yang terpikirkan di hadapannya.


Akan”Jujur , amanah , membawa kemajuan,membawa perubahan dan kesejahteraan” dan lain sebagainya adalah sebagian janji-janji yang terlontarkan pada masa kampanye. Semua yang sudah terlontarkan sangat di tunggu oleh rakyat” agar tidak menjadi petir yang menyambar-nyambar saja, tapi tidak pernah turun hujan”, artinya banyak janji yang terekspost tapi tidak menjadi kenyataan yang akhirnya mengecewakan hati rakyat yang sudah memberikan amanah kepadanya. Kepercayaaan sudah di dapat dari rakyat dengan penuh kerelaan, tentunya wajar bila mereka menginginkan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik dari orang yng sudah diberikan amanah tersebut.
Bila selama mencalonkan diri hingga jadi terpilih memiliki tim sukses yang sangat solid, tentunya setelah mendapatkan kemenangan harus membentuk tim yang sangat kompak guna mempersiapkan diri untuk merangkai rancangan program baik jangka pendek maupun panjang. Dengan mempelajari permasalahan yang ada, harus menciptakan formula yang tepat untuk mengatasi, sekaligus melihat potensi untuk dioptimalkan sehingga menjadi kesejahteraan bersama. Kepemimpinan yang aspiratif, komunikatif, terbuka serta tanggap permasalahan untuk mencari alternatif solusinya adalah model pemimpin yang sangat di idamkan oleh masyarakat kita. Dengan tidak lagi hanya berfikir untuk kepentingan kelompok tim suksesnya, kepala desa terpilih hendaknya benar-benar mampu merangkul semua potensi dan kekuatan masyarakat untuk di jadikan sebuah tim yang solid demi perbaikan desa pada masa kepemimpinan yang akan datang.
Pada saat proses pencalonan mungkin terjadi perpecahan baik yang langsung maupun tidak langsung mengganggu dinamisasi jalannya roda komunikasi dan berbuntut jarak antar kelompok masyarakat karena perbedaan dalam memberikan aspirasi penentuan calon pemimpin desa.

Dengan koordinasi yang solid serta pendekatan yang terpadu diharapkan dalam waktu yang relatif pendek mampu merangkul semua element masyarakat untuk di ajak berkenan kiprah dengan keahlian masing-masing untuk kemajuan desa mereka. Tentulah hal seperti itu tidak mudah, karena ibarat merangkai kembali tulang-tulang yang telah retak, tentu sangat sulit untuk mendapat kekuatan yang sama seperti sebelum terjadi keretakan.
Kemampuan berdiplomasi sang pemimpin terpilih akhirnya di uji di dalam pertaruhan ini, Karena kadang-kadang di butuhkan kekuatan, kelenturan, kesabaran dan daya tahan untuk mengatasi masalah yang terjadi sehingga mendapatkan keseimbangan konsep kepemimpinan, yang endingnya adalah menjadi pemimpin idola yang sesuai dengan kampanye saat pencalonan dan mampu menjalankan amanah masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.
KARYA INOVATIF DAN FENOMENAL
Setelah menerima selembar Surat Keputusan ( BESLET,Pada zaman dahulu ) maka Kepala Desa terpilih harus langsung tancap gas untuk mengambil langkah dari pengamatan yang sudah mereka lakukan untuk membuat perubahan ke arah sistem desa yang lebih baik. Ide-ide kreatif layak di lontarkan untuk memperoleh respon positif dari semua warga desa. Kadang-kadang seorang pemimpin di tuntut untuk bermimpi/ berangan-angan dengan harapan untuk mencapai impian tersebut menjadi sebuah obsesi yang harus di capai menjadi sebuah kenyataan yang membanggakan / menyenangkan semua kalangan warga. Tentunya para pemimpin yang sudah terpilih menginginkan agar masa kepemimpinannya di kenang sepanjang masa karena rangkaian prestasi yang sudah di persembahkan kepada desa tercinta.




Seperti para pemimpin masa lalu yang sudah memberikan contoh sehingga mereka layak di kenang dengan karya mereka, misalnya: H.M.SOEHARTO dengan TMII, Ir SOEKARNO dengan Stadion Senayan Bung Karno, Raja SAMAROTTUNGGA dengan candi BOROBUDUR, Raja RADEN PATAH Kerajaan Demak dengan MASJID AGUNG , maka perlu kiranya di fikirkan untuk membuat sesuatu yang berguna untuk umum dan berguna untuk waktu yang lama sehingga kelak akan di kenang para penerus , misalnya : tempat peribadatan, sarana olah raga,Bendungan untuk pengairan,dll.
Kabupaten Demak, sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang berani bermimpi dan konsekwen membuat langkah untuk berusaha menggapai impian itu menjadi sebuah fakta yang membanggakan.Bila impian para pemimpin bertujuan baik maka penulis yakin akan bisa tercapai dan mendapat dukungan penuh dari warga. Dari karya-karya yang di lakukan di desa maka sangat mungkin untuk mendorong pada kepemimpinan strata atasnya untuk membuat karya yang lebih fenomenal pada tingkat yang lebih tinggi misalnya: membangun GELANGGANG OLAH RAGA tingkat Kabupaten yang akhirnya akan mampu menghasilkan lapangan pekerjaan dan melahirkan remaja dan atlet-atlet yang mampu mengangkat nama baik kabupaten Demak tercinta ini....AMIN.

HERY SARWANTO,S.Pd
Guru SMP N 3 Mranggen,Demak
Pemerhati masalah Sosial dan Olah Raga

prestasi demak





MERAJUT PRESTASI OLAH RAGA KABUPATEN DEMAK MELALUI POPDA ( PEKAN OLAH RAGA PELAJAR DAERAH )
OLEH : HERY SARWANTO,S.Pd
Bila ada kata – kata bijak yang sering kita dengarkan, yaitu “ Tiada keberhasilan tanpa kedisiplinan dan perjuangan ,“ maka sangat perlu untuk kita rencanakan bersama sebagai warga kabupaten Demak untuk bersama berjuang mengangkat nama baik dengan meraih prestasi apapun sebanyak –banyaknya. Bila pada tahun anggaran 2009 pemerintah daerah sudah mampu memberikan tali asih kepada para atlet yang berprestasi di tingkat kabupaten maupun propinsi tentunya menjadikan sebuah suntikan motivasi yang sangat kuat untuk atlet agar bisa perprestasi. Rasa hormat dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada jajaran pemerintah daerah khususnya Bapak Drs. H.Tafta Zani,MM selaku pemangku jabatan Bupati kabupaten Demak.
Langkah nyata yang sudah di berikan oleh pemerintah daerah akan tidak ada artinya apabila tidak di ikuti oleh semua kalangan untuk mewujudkan rangkaian prestasi. Melalui kerjasama yang harmonis di semua kalangan untuk mendukung tercapainya kesuksesan dan nama baik kabupaten Demak tercinta maka secara perlahan akan membawa kemajuan dan prestasi daerah ini.Tidak kalah pentingnya adalah kita membina calon- calon atlet di kalangan pelajar yang merupakan penentu prestasi di masa yang akan datang. Karena hanya proses pembinaan dan system kompetisi yang ketat kalau ingin mendapatkan catatan prestasi yang maksimal.



POPDA ( PEKAN OLAH RAGA PELAJAR DAERAH)

Agenda yang sudah rutin dan terstruktur setiap tahun di kalangan pelajar mulai tingkat kecamatan,kabupaten hingga propinsi di harapkan mampu membuat para pemegang kebijakan mampu menampilkan hasil kreatifitas pembinaan yang sudah dikembangkan. Ajang POPDA merupakan salah satu sarana berkompetisi di samping kegiatan antar klub karena di laksanakan antar sekolah. Sekaligus pula melalui kegiatan POPDA sebenarnya merupakan alat ukur terhadap kemajuan sekolah yang bersangkutan, sebab pada dasarnya kemajuan yang di tuntut oleh konsumen pendidikan bukan hanya nilai akademik yang tinggi tetapi kreatifita siswa pada bidang yang lain, misalnya : olah raga dan seni. Jalan sukses seseorang dalam kehidupan yang sebenarnya, yaitu setelah lulus sekolah sebenarnya bukan hanya dari akademik semata tetapi dari keterampilan yang mereka miliki akan mampu membawa sukses pula.
Penulis berfikir ada beberapa faktor pendukung agar POPDA kabupaten Demak bisa berjalan sukses, antara lain:
1.      Kepala sekolah yang pendamba prestasi: yaitu kepala sekolah yang ingin berprestasi melalui proses yang terstruktur, artinya mampu memberikan dukungan, mengikuti proses dan mengevaluasi, sehingga termotivasi untuk mengirim atlet dan berfikir evaluasi bila gagal.  
2.      Guru olah raga yang mau berkarya, tidak hanya memiliki kemampuan teoritis tetapi harus berkenan aktif beraktifitas dan pandai mengelola rencana latihan dan pertandingan serta memiliki motivasi tinggi untuk berprestasi.
3.      Dukungan wali murid untuk suksesnya proses pembinaan.
4.      Siswa yang memiliki dedikasi serta semangat tinggi untuk berprestasi.
Dari beberapa hal di atas ternyata masih banyak pemimpin kita yang memandang rendah kegiatan POPDA, dari data keikutsertaan POPDA ternyata masih rendah sekali prosentasinya. Mereka beranggapan kegiatan ini  tidak lebih penting di bandingkan mempersiapkan ujian Nasional. Bahkan yang ekstrim lagi ada kepala sekolah dan guru olah raga yang berfikir bahwa kegiatan tersebut  hanya menghambur – hamburkan dana saja. Tentu sebuah pola pikir yang kolot dan sangat keliru kalau tidak mau di katakan bodoh di antara tingginya tuntutan prestasi dengan tekanan persaingan dunia yang semakin ketat.
Pola pandang yang keliru harus segera di luruskan supaya kita benar – benar bisa menggali potensi yang ada pada siswa, sehingga dapat menjadi atlet yang mampu mengangkat nama baik daerah. Karena pembinaan yang dini dan system kompetisi yang ketat sejak usia remaja akan mampu menghasilkan atlet yang berkualitas dan berprestasi tinggi.
Demikian sedikit ide dan sumbang saran penulis demi kemajuan dan nama baik kabupaten Demak. Kepedulian dari berbagai pihak yang terkait serta kemampuan untuk melakukan terobosan yang kreatif, misalnya : dengan mencari sponshorsip tentu akan menambah daya tarik dan semangat peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut. Semoga melalui kebersamaan yang kita lakukan akan membawa prestasi kota Wali tercinta.

                                                                          HERY SARWANTO,S.Pd
                                                                        - Guru SMP N 3 Mranggen
- Pengurus PTMSI  Kab Demak.