Senin, 30 April 2012

NAPA IPS TIDAK MENARIK

PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KURANG DI PERHATIKAN…?

OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si
Berdasarkan keputusan pemerintah tentang pelaksanaan ujian nasional hanya di laksanakan terhadap 4 mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia,Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris. Dengan dalih untuk peningkatan kualitas pendidikan nasional negeri ini, ternyata langkah – langkah kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi di masyarakat di lakukan. Walaupaun sudah mendapat banyak masukan dari berbagai kalangan, termasuk Mahkamah Konstitusi tetapi pemerintah bersemboyan” anjing menggonggong kafilah berlalu” untuk tetap menjalankan ujian nasional. Sehingga banyak terjadi berbagai masalah akibat dari kebijakan yang di ambil pemerintah tersebut.
Dampak negatif yang nyata akibat adanya Ujian nasional adalah menurunnya perhatian dan penghargaan siswa, orang tua dan para pengelola pendidikan dapat di lihat dari fenomena siswa mengurangi frekwensi belajar pelajaran yang tidak di uji nasional. Tidak ada orang tua yang mendorong dan menugaskan anaknya untuk belajar / les privat mata pelajaran non ujian nasional, begitu juga lembaga – lembaga bimbingan belajar tidak ada yang membuka bimbingan selain pelajaran uji nasional, Sehingga dari sana tampak jelas akan rendahnya penghargaan terhadap materi pelajaran yang di anggap bukan inti tersebut.
Semua jenis mata pelajaran yang di berikan di sekolah tentunya menginginkan mendapat apresiasi yang sama dari para peserta didik, wali murid, guru, pemerintah maupun para pengelola pendidikan lainnya. Bila kita berkenan mengkaji korelasi tentang pelajaran yang di berikan di sekolah dan permasalahan yang terjadi di masyarakat, tentunya kita harus berpikir ulang untuk hanya melaksanakan ujian nasional dengan 4 mata pelajaran yang akhirnya sangat membuat resah berbagai kalangan.

Karena pendidikan yang sebenarnya merupakan “proses pendewasaan terhadap manusia muda”, tentu di butuhkan pengetahuan yang sangat luas tentang kejadian yang sudah lampau, yang terjadi dan akan terjadi di masyarakat, hal tersebut tentunya akan di dapatkan di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ). Dari sana siswa akan mendapatkan informasi yang nyata tentang berbagai keadaan dan masalah yang sering terjadi dimasyarakat.
Rendahnya rasa semangat cinta tanah air, mulai terkikisnya toleransi dan kebersamaan bernegara yang di tandai dengan melemahnya semangat untuk berprestasi demi mengangkat nama besar negara di mata international adalah salah satu bukti akan pentingnya di berikan perhatian yang lebih terhadap mata pelajaran IPS. Dengan mempelajari masa lalu dan potensi yang di miliki oleh negara ini tentu akan mampu membangkitkan semangat siswa untuk berkarya demi diri, dan daerahnya sehingga semangat nasionalisme sebagai muaranya akan terbentuk dengan sendirinya. Sosialisasi dan aktualisasi diri siswa merupakan wahana untuk pematangan diri siswa sebelum mereka terjun pada kehidupan yang sebenarnya di tengah –tengah masyarakat kelak.
Kemampuan untuk mengetahui batas wilayah daerah dan Negara yang di tempati tentu akan di ikuti dengan bangkitnya rasa cinta tanah air yang tinggi. Negara kita sangat luas dan membutuhkan kepedulian kita untuk merawat dan mengelola segala potensi yang ada di dalamnya, sehingga kita mampu membuat rencana jangka pendek dan panjang dalam rangka optimalisasi sumber daya yang kita miliki untuk cita-cita membuat rakyat yang sejahtera.
Bila para pakar psikologi menyampaikan bahwa keberhasilan kita dalam kehidupan 80% di tentukan oleh kecerdasan emosi ( EMOTIONAL INTELLEGENSI) tentu layak untuk kita kaji bersama betapa kecerdasan emosi yang di maksudkan sangat banyak terdapat di dalam ilmu social. Ineraksi social, tata komunikasi yang santun , kemampuan mengelola dan mengerti hati orang lain merupakan hal yang sangat penting untuk di tonjolkan saat kita sampaikan mata pelajara IPS.
Sehingga penulis berpikir untuk mengajak kaum peduli pendidikan berkenan mencari cara agar pemerintah selaku pemegang kebijakan berkenan mencari alternative solusi yang lebih bijak demi perbaikan anak-anak kita di masa yang akan datang.

1 komentar:

  1. NAMA : NURKHOLIS
    NIM : 820918345
    SEMESTER : VIII (DELAPAN)
    POKJAR: GABUS


    Memang tujuan utama pendidikan adalah pendewasaan karakter dan emosional anak didik, yang mampu menangkap sinyal dari semua kalangan masayarakat, tidak hanya brtindak yang monoton dalam menanggapi dan menghadapi masalah yang beredar dimasyarakat, sebenarnya IPS sangatlah penting dalam pembelajaran di dunuia pendidikan karena pelajaran IPS sangat berpangaruh dalam pengamatan sosial yang berkesinambungan di masyarakat, pelejaan IPS lah yang membahas masalah - masalah di lingkungan kita,

    Mungkin Pemerintah tidak menetapkan pelajaran IPS dalam ujian nasional karena mungkin IPS dapat berkembang dan dipelajari dengan sendirinya saat kita langsung terjun kemasyarakat, kita akan berfikir kritis saat menghadapi masalah, dan kitapun akan berhati - hati saat menentukan sebuah keputusan agar kita tidak menyesal di kemudian hari karena tidak ada satupun manusia yang ingin sengsara dan mungkin semua ,anusia ingin hidupnya menjadi yang terbaik.

    Pelajaran IPS sungguhlah sangat berperan penting dalam pembentukan moral anak bangsa, karena dalam pelajaran IPS mencangkup hal umum tentang kehidupan. Apabila pemeerintah memang berfikir seperti apa yang diuraikan diatas maka pemikiran itu salah besar karena semua itu butuh pengalaman dan pembekalan sejak Dini agar anak - anak bangsa ini mampu menyaring dan menyerap segala macam permasalahan, terlebih - lebih ketika anak - anak menyaring adat dari luar yang belakangan ini masuk dengan mudah dinegeri ini, karena pada usia remaja emosionalnya masih sangat tinggi dan ingin meniru apabila ada hal yang baru dalam kehidupannya. Mungkin dengan pembekalan moral dan iman yang cukup kuat sejak dini mereka anak - anak penerus bangsa ini akan mamapu menyaring adat dari luar yang belakangan ini menjadi popularitas di kalangan remaja bangsa ini, Mereka akan mampu mengambil apabila itu sebuah yang positif dan mereka akan meninggalkannya apabila itu kurang baik untuk dirinya dan orang lain, itu semua dapat terwujud apabila mereka mempunyai moral dan keimanan yang kuat.

    Para orang tua murid harus benar - benar mengontrol pergaulan dimasyarakat dan harus mampu memberikan pengarahan kepada anak - anaknya. Dan untuk para pengajar disekolahan harus memperhatikan betul perkembangan anak didik mereka, memberikan pelajaran yang bermoral dan mampu memberikan wawasan yang seluas - luasnya agar anak - anak bangsa ini tidak gampang tergiur dengan sesuatu hal yang baru.

    Anak - anak remaja sekarang saat ini sangat membutuhkan pelajaran Moral yang cukup untuk membekali mereka saat menghadapi kenyataan hidup di tengah - tengah masyarakat. Lebih eronisnya lagi banyak remaja kita yang dengan leluasa melakukan sex bebasa yang mereka ketahui di dunia internasional, banyak anak - anak pelajar (SMA) yang hamil diluar nikahn dan merekapun sudah berani menyalah gunakan fungsi dari NARKOBA, banyak terjadi tawuran antar pelajar, dan dikalangan umum banyak terjadi perdagangan wanita diluar negeri yang bermoduskan dijanjikan pekerjaan yang layak dan upah gaji yang cukup besar. Itu semua terjadi karani kurangnya moral dan iman dari warga negara ini, Apabila dari kecil mereka sudah dibekali dengan wawasann moraln dan iman yang kuat mungkin itu semua dapat dihindari.

    Pelajaran IPS di anggap pelajaran yang cukup mudah oleh karena itu tidak dicantumkan dalam Ujian Nasional, padahal pelajaran IPS sangat penting dalam kehidupan sehari - hari. Dengan wawasan yang luaslah kita mampu menyaring masukan - masukan dari luar.

    Kesadaran dari orang tua dan Guru tentang pelajaran IPSpun sangat diperlukan, biyarpun tidak dicantumkan dalam Ujian Naional akan IPS adalan pelajaran yang penting karena menentukan sikap kita saat kita terjun dimasyarakat,

    BalasHapus