MENUJU PERUBAHAN PRESTASI KABUPATEN DEMAK
LATAR BELAKANG
Suatu daerah tentulah menginginkan memiliki kelebihan- kelebihan agar mampu bersaing dengan daerah lain. Demi mencapai keinginan tersebut akhirnya menempuh berbagai cara untuk menggali potensi yang ada di daerah tersebut.
Kabupaten Demak secara historis memegang peranan penting di dalam pengembangan agama karena merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa, sehingga memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengembangkan diri ke arah prestasi pada event yang utamanya bersifat religius untuk mengembalikan kejayaan masa lalu.Merupakan hal yang sangat penting untuk di kaji,bila pada suatu ajang perlombaan yang bersifat keagamaan, misal: MTQ, Rebana, Tafsir Alqur’an Kabupaten Demak sering pulang dengan tangan kosong tanpa gelar juara.
Letak geografis Kabupaten Demak sangat strategis: karena terletak pada jalur besar
Jakarta- Surabaya, juga di kelilingi daerah-daerah yang memiliki prestasi yang baik di tingkat Propinsi Jawa Tengah. Sebut saja Kota Semarang, Kab Kudus, Kab Jepara adalah daerah yang Memiliki prestasi yang patut di banggakan, untuk level propinsi ataupun Nasional .
Potensi alam dan Sumber Daya Manusia: Kabupaten Demak memiliki potensi alam dan peninggalan budaya yang merupakan aset yang cukup kuat untuk berprestasi.Sedangkan Sumber Daya manusianya kalau di lihat dari sudut pandang sejarah juga memiliki potensi yang besar untuk berprestasi. Tercatat nama-nama : Raden Fatah, Pati unus,Sultan Trenggono adalah bukti sejarah akan potensi Sumber Daya Manusia Kabupaten Demak.Hal itu bisa menjadi bukti bahwa masyarakat Kabupaten Demak sebenarnya memiliki prospek yang baik untuk di kembangkan
WACANA KE DEPAN
Berdasarkan beberapa data di atas, sebagai warga Demak kita layak untuk merenung bersama,Agar kita mampu mendapatkan cara untuk memberikan kontribusi dalam rangka perbaikan prestasi Demak tercinta. Sehingga rendahnya prestasi Kabupaten Demak dari tahun ke tahun dari berbagai lomba, baik umum maupun pelajar dari lomba bidang Akademik ataupun non akademik dapat teratasi.Hal itu perlu dukungan pihak-pihak terkait,antara lain:
1. PEMERINTAH DAERAH DAN DPRD
Hal sangat penting di sini adalah peran Pemerintah Daerah ( BUPATI DAN DPRD ) yang “gila prestasi” yang akan selalu mendukung setiap usaha pencapaian prestasi putra daerah. Karena Pemerintah Daerah adalah pengayom sekaligus sumber kekuatan dari setiap langkah untuk pencapaian prestasi. Hal itu tidak mungkin kita pungkiri dan di tinggal lari atau bahkan ada ketakutan untuk berprestasi yang lebih tinggi, dengan alasan: semakin tinggi tingkat prestasi semakin besar biaya yang di butuhkan.ini yang pernah di alami oleh PSD, yang akan lolos ke Divisi yang lebih tinggi tetapi pengurusnya takut untuk mencari dana seperti yang di keluhkan bapak M Ridwan (Ketua PSD), jangan sampai kasus seperti ini merembet ke cabang lain, sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Termasuk di sini adalah dalam alokasi anggaran dana dari APBD untuk KONI dan pendidikan untuk mencapai prestasi. Dari anggaran yang tersedia suatu kegiatan / event lokal dan pembinaan bisa di lakukan, yang muara akhirnya adalah sebuah prestasi. Karena menurut para ahli,Pada sistem pembinaan dan kompetisi yang ketat dan benar akan lahir prestasi- prestasi yang fenomal.Pemerintah Daerah juga perlu untuk membangun “SPORT CENTER” guna memperbanyak kesempatan para remaja mengembangkan diri untuk menggali potensi mereka.Kalau kita mau berkaca dengan daerah- daerah di sekitar kita, betapa tertinggalnya dengan daerah lain. Mereka sudah memiliki stadion yang representatif sementara kita bisa lihat jauhnya dari kepantasan stadion kita untuk pertandingan resmi.Karena bangunan stdion biasanya akan mampu membangkitka semangat untuk berprestasi, sekaligus untuk obyek wisata bagi warga .
2. DUNIA PENDIDIKAN
Penulis berpendapat bahwa pendidikan sangat memegang peran yang sangat besar dalam upaya mencapai prestasi daerah.Pembinaan dan perhatian adalah kunci dari segala bentuk permasalahan rendahnya prestasi suatu daerah secara umum.Melalui proses pembinaan yang rutin yang di lakukan pada sekolah-sekolah serta di adakannya banyak event kompetisi akan mampu membangkitkan motivasi para siswa/remaja untuk berprestasi,sehingga pola pikir saat ini yang cenderung materi oriented dan hiburan oriented dapat di kembalikan ke prestasi oriented,dengan semangat tinggi untuk berprestasi.Keinginan untuk mengangkat nama baik daerah dengan berbekal semangat yang tinggi harus selalu di bangkitkan di setiap dada warga khususnya di kalangan kawula muda, Karena prestasi adalah tolok ukur gengsi dan keberhasilan suatu daerah.
Pada saat usia anak-anak bila sudah di tanamkan untuk memiliki motivasi berprestasi maka akan selalu terbawa hingga usia dewasa kelak. Sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Daerah, tentunya yang memiliki peran besar adalah dinas Pendidikan dengan Kepala Sekolah dan guru sebagai “ujung tombak” yang paling memiliki tingkat kedekatan langsung dengan siswa atau remaja yang mayoritas adalah subyek prestasi , Kepala-kepala Sekolah Ambisius prestasi yang terkelola dengan baik oleh wadah Pemerintah Daerah yang “gila prestasi,” penulis optimis akan mampu mendongkrak prestasi Kabupaten Demak baik Akademik maupun non Akademik.
Yang selama ini terjadi adalah : Banyak kepala sekolah yang berfikir bahwa mengirim siswa untuk mengikuti lomba adalah suatu pemborosan anggaran saja. Hal yang demikian harus di kikis dan dibalikkan arah 180 derajat sekarang juga menuju arah pola pikir”PRESTASI ORIENTED”,Sehingga harus sudah tertanam jiwa prestasi ke dada semua warga tidak terkecuali para Kepala Sekolah.
Bila selama ini yang menjadi masalah adalah masalah pendanaan, maka perlu dicarikan formula yang cepat tepat agar mampu mengatasi segala hambatan.Dengan rencana kegiatan yang matang maka dapat di hitung alokasi dana yang di butuhkan untuk di angkat secara gotong royong. Apalagi baru-baru ini di adakan Reorganisasi MKKS( Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ), Seyogyanya mampu membawa pembaharuan terhadap pola pikir para kepala sekolah. Suatu tatanan baru dengan” OBSESI DAN AMBISI “ yang tinggi menuju prestasi harus di ciptakan, Dengan perencanaan anggaran pendukung yang matang ,penjadwalan pembinaan dan event yang tertata rapi serta sistem informasi ke semua sekolah yang jelas, sehingga tidak hanya reorganisasi semu, yang tanpa ada pembaharuan ,evaluasi ,hanya untuk mengejar jabatan dan kekuasan belaka
Mari lakukan perubahan langkah menuju perbaikan . Dengan ambisi yang tinggi dan penataan yang bagus pasti akan mendapat respon positif dari masyarakat untuk memberikan dukungan ke arah tercapainya target “DEMAK GO TO PRESTASI”.
3.DUKUNGAN MASYARAKAT/ SWASTA
Tanpa kita sadari ternyata di dalam suatu wilayah, masyarakat swasta memegang peranan yang cukup dominan.Karena dari sana sebenarnya anak-anak setiap hari melalui serangkaian proses aktivitas kehidupan,mereka di tempa dengan banyak permasalahan yang secara sadar atau tidak akan membentuk jiwa dan karakter penerus bangsa tersebut.
Sehingga kita perlu membentuk “MASYARAKAT PRESTASI MANIA” Yaitu masyarakat yang selalu rindu dan haus akan prestasi yang di dapatkan .Fanatisme perlu di bangkitkan agar masyarakat ikut merasa memiliki daerah ini dan berkenan untuk ambil peranan.Bila masyarakat sudah memberikan dukungan total maka kekuatan yang sangat dahsyat untuk menggairahkan prestasi kabupaten Demak.
Salah satu yang bisa di lakukan adalah sistem bapak asuh, untuk suatu cabang kegiatan di serahkan kepada salah satu badan usaha yang di anggap mampu. Akhirnya , ini hanyalah sentuhan motivasi dari penulis bagi kita semua warga Kabupaten Demak Agar kita mampu melakukan Evaluasi terhadap kegagalan masa lalu ,untuk menggapai keberhasilan dan kejayaan masa yang akan datang.Karena hanya kita sendirilah yang akan mampu membawa dan mengubah daerah ini ke arah kemajuan dan prestasi tentunya.
Dengan harapan kita mampu melihat sesuatu yang baru di Kabupaten kita tercinta ini di masa depan yang berprestasi.Dengan semboyan “DEMAK GO TO PRESTASI”.
PENULIS : HERY SARWANTO,SPd,M.Si
GURU SMPN3 MRANGGEN,DEMAK
DAN PELATIH SEPAK BOLA PS SSS
Semarang,Klub Divisi 1PSIS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar