MENUNGGU PERUBAHAN MODEL KEPEMIMPINAN DESA
DI KABUPATEN DEMAK
OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd
Beberapa bulan yang lalu tepatnya hari Minggu tanggal 28 Desember 2008 di sebagian besar desa dan kelurahan di kabupaten Demak melakukan hajat besar yaitu pemilihan Kepala Desa.Sebuah pesta demokrasi yang langsung di lakukan oleh semua warga yang sudah memiliki hak pilih, mereka bebas untuk menyampaikan aspirasinya memilih pemimpin desa untuk masa satu periode yang akan datang yakni 6 tahunan.Sebuah pembelajaran yang sangat menarik untuk di tiru para pelaku politik tingkat atas, dengan segala resiko kalah ataupun menang pada setiap pertandingan adalah hal yang biasa terjadi. Sehingga bila kita menuai kegagalan harus mampu menerima dengan legowo dan mampu menjadikan bahan untuk ’MUKHASABAH’ atas dirinya, untuk menuju pertandingan berikutnya pada waktu yang akan datang dengan persiapan yang lebih baik dari hasil evaluasi diri atas kegagalan yang sudah di alami.
Dengan kesadaran diri untuk mengabdikan kemampuannya kepada tanah tumpah darah mereka masing-masing, para ”BALON ( bakal calon )” Kepala desa memulai prosesi yang sangat panjang, hingga mencapai waktu pemilihan terjadi. Tentu mereka sudah menyadari akan adanya tugas berat membentang yang harus di hadapi, dan tidak saja ”ma’af” bayaran ( gaji/ tanah desa / bengkok ) yang akan di dapatkan saja yang terpikirkan di hadapannya.
Akan”Jujur , amanah , membawa kemajuan,membawa perubahan dan kesejahteraan” dan lain sebagainya adalah sebagian janji-janji yang terlontarkan pada masa kampanye. Semua yang sudah terlontarkan sangat di tunggu oleh rakyat” agar tidak menjadi petir yang menyambar-nyambar saja, tapi tidak pernah turun hujan”, artinya banyak janji yang terekspost tapi tidak menjadi kenyataan yang akhirnya mengecewakan hati rakyat yang sudah memberikan amanah kepadanya. Kepercayaaan sudah di dapat dari rakyat dengan penuh kerelaan, tentunya wajar bila mereka menginginkan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik dari orang yng sudah diberikan amanah tersebut.
Bila selama mencalonkan diri hingga jadi terpilih memiliki tim sukses yang sangat solid, tentunya setelah mendapatkan kemenangan harus membentuk tim yang sangat kompak guna mempersiapkan diri untuk merangkai rancangan program baik jangka pendek maupun panjang. Dengan mempelajari permasalahan yang ada, harus menciptakan formula yang tepat untuk mengatasi, sekaligus melihat potensi untuk dioptimalkan sehingga menjadi kesejahteraan bersama. Kepemimpinan yang aspiratif, komunikatif, terbuka serta tanggap permasalahan untuk mencari alternatif solusinya adalah model pemimpin yang sangat di idamkan oleh masyarakat kita. Dengan tidak lagi hanya berfikir untuk kepentingan kelompok tim suksesnya, kepala desa terpilih hendaknya benar-benar mampu merangkul semua potensi dan kekuatan masyarakat untuk di jadikan sebuah tim yang solid demi perbaikan desa pada masa kepemimpinan yang akan datang.
Pada saat proses pencalonan mungkin terjadi perpecahan baik yang langsung maupun tidak langsung mengganggu dinamisasi jalannya roda komunikasi dan berbuntut jarak antar kelompok masyarakat karena perbedaan dalam memberikan aspirasi penentuan calon pemimpin desa.
Dengan koordinasi yang solid serta pendekatan yang terpadu diharapkan dalam waktu yang relatif pendek mampu merangkul semua element masyarakat untuk di ajak berkenan kiprah dengan keahlian masing-masing untuk kemajuan desa mereka. Tentulah hal seperti itu tidak mudah, karena ibarat merangkai kembali tulang-tulang yang telah retak, tentu sangat sulit untuk mendapat kekuatan yang sama seperti sebelum terjadi keretakan.
Kemampuan berdiplomasi sang pemimpin terpilih akhirnya di uji di dalam pertaruhan ini, Karena kadang-kadang di butuhkan kekuatan, kelenturan, kesabaran dan daya tahan untuk mengatasi masalah yang terjadi sehingga mendapatkan keseimbangan konsep kepemimpinan, yang endingnya adalah menjadi pemimpin idola yang sesuai dengan kampanye saat pencalonan dan mampu menjalankan amanah masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.
KARYA INOVATIF DAN FENOMENAL
Setelah menerima selembar Surat Keputusan ( BESLET,Pada zaman dahulu ) maka Kepala Desa terpilih harus langsung tancap gas untuk mengambil langkah dari pengamatan yang sudah mereka lakukan untuk membuat perubahan ke arah sistem desa yang lebih baik. Ide-ide kreatif layak di lontarkan untuk memperoleh respon positif dari semua warga desa. Kadang-kadang seorang pemimpin di tuntut untuk bermimpi/ berangan-angan dengan harapan untuk mencapai impian tersebut menjadi sebuah obsesi yang harus di capai menjadi sebuah kenyataan yang membanggakan / menyenangkan semua kalangan warga. Tentunya para pemimpin yang sudah terpilih menginginkan agar masa kepemimpinannya di kenang sepanjang masa karena rangkaian prestasi yang sudah di persembahkan kepada desa tercinta.
Seperti para pemimpin masa lalu yang sudah memberikan contoh sehingga mereka layak di kenang dengan karya mereka, misalnya: H.M.SOEHARTO dengan TMII, Ir SOEKARNO dengan Stadion Senayan Bung Karno, Raja SAMAROTTUNGGA dengan candi BOROBUDUR, Raja RADEN PATAH Kerajaan Demak dengan MASJID AGUNG , maka perlu kiranya di fikirkan untuk membuat sesuatu yang berguna untuk umum dan berguna untuk waktu yang lama sehingga kelak akan di kenang para penerus , misalnya : tempat peribadatan, sarana olah raga,Bendungan untuk pengairan,dll.
Kabupaten Demak, sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang berani bermimpi dan konsekwen membuat langkah untuk berusaha menggapai impian itu menjadi sebuah fakta yang membanggakan.Bila impian para pemimpin bertujuan baik maka penulis yakin akan bisa tercapai dan mendapat dukungan penuh dari warga. Dari karya-karya yang di lakukan di desa maka sangat mungkin untuk mendorong pada kepemimpinan strata atasnya untuk membuat karya yang lebih fenomenal pada tingkat yang lebih tinggi misalnya: membangun GELANGGANG OLAH RAGA tingkat Kabupaten yang akhirnya akan mampu menghasilkan lapangan pekerjaan dan melahirkan remaja dan atlet-atlet yang mampu mengangkat nama baik kabupaten Demak tercinta ini....AMIN.
HERY SARWANTO,S.Pd
Guru SMP N 3 Mranggen,Demak
Pemerhati masalah Sosial dan Olah Raga
Good Posting
BalasHapus