Jumat, 28 Februari 2014

BERKARYA DENGAN OLAH RAGA


PEMIMPIN BERANI BEDA DAN PEMBAWA PERUBAHAN



MENUNGGU  PERUBAHAN MODEL  KEPEMIMPINAN DESA
DI KABUPATEN DEMAK
                                               
                                      OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si
          Beberapa bulan  yang  lalu tepatnya hari Minggu tanggal  di sebagian besar desa dan kelurahan di kabupaten Demak melakukan hajat besar yaitu pemilihan Kepala Desa.Sebuah pesta demokrasi yang langsung di lakukan oleh semua warga yang sudah memiliki hak pilih, mereka bebas untuk menyampaikan aspirasinya memilih pemimpin desa untuk masa satu periode yang akan datang yakni 6 tahunan.Sebuah pembelajaran yang sangat menarik untuk di tiru para pelaku politik tingkat atas, dengan segala resiko kalah ataupun menang pada setiap pertandingan adalah hal yang biasa terjadi. Sehingga bila kita menuai kegagalan harus mampu menerima dengan legowo dan mampu menjadikan bahan untuk ’MUKHASABAH’ atas dirinya, untuk menuju pertandingan berikutnya  pada waktu yang akan datang dengan persiapan yang lebih baik dari hasil evaluasi diri atas kegagalan yang sudah di alami.
          Dengan kesadaran diri untuk  mengabdikan  kemampuannya kepada tanah tumpah darah mereka masing-masing, para ”BALON ( bakal calon )” Kepala desa memulai prosesi yang sangat panjang, hingga mencapai waktu pemilihan terjadi. Tentu mereka sudah menyadari akan adanya tugas berat membentang  yang  harus di hadapi, dan tidak saja ”ma’af” bayaran ( gaji/ tanah desa / bengkok ) yang akan di dapatkan saja yang terpikirkan di hadapannya.
Akan”Jujur , amanah ,  membawa kemajuan,membawa perubahan dan kesejahteraan” dan lain sebagainya adalah sebagian janji-janji yang  terlontarkan pada masa kampanye.  Semua yang sudah terlontarkan sangat di tunggu oleh rakyat” agar tidak menjadi petir yang menyambar-nyambar saja, tapi tidak pernah turun hujan”, artinya banyak janji yang terekspost  tapi tidak menjadi kenyataan yang akhirnya mengecewakan hati rakyat yang sudah memberikan amanah kepadanya. Kepercayaaan sudah di dapat dari rakyat dengan penuh kerelaan, tentunya wajar bila mereka menginginkan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik dari orang yng sudah diberikan amanah tersebut.
          Bila selama mencalonkan diri hingga jadi terpilih memiliki tim sukses yang sangat solid, tentunya setelah mendapatkan kemenangan harus membentuk tim yang sangat kompak guna mempersiapkan diri untuk merangkai rancangan program baik jangka pendek maupun panjang. Dengan mempelajari permasalahan yang ada, harus menciptakan formula yang tepat untuk mengatasi, sekaligus melihat potensi untuk dioptimalkan sehingga menjadi kesejahteraan bersama. Kepemimpinan yang aspiratif, komunikatif, terbuka serta tanggap permasalahan untuk mencari alternatif solusinya adalah model pemimpin  yang sangat di idamkan oleh masyarakat kita. Dengan tidak lagi hanya  berfikir  untuk  kepentingan kelompok tim suksesnya, kepala desa terpilih  hendaknya  benar-benar mampu merangkul semua potensi dan kekuatan masyarakat untuk di jadikan sebuah tim yang solid demi perbaikan desa pada masa kepemimpinan yang akan datang.
          Pada saat proses pencalonan mungkin terjadi perpecahan baik yang langsung maupun tidak langsung mengganggu dinamisasi jalannya roda komunikasi dan berbuntut  jarak  antar  kelompok masyarakat  karena perbedaan dalam memberikan aspirasi penentuan calon pemimpin desa.
Dengan  koordinasi  yang  solid serta pendekatan yang terpadu diharapkan  dalam  waktu yang relatif pendek mampu merangkul semua element masyarakat untuk di ajak berkenan kiprah dengan keahlian masing-masing untuk kemajuan desa mereka. Tentulah hal seperti itu tidak mudah, karena ibarat merangkai kembali tulang-tulang yang telah retak, tentu sangat sulit untuk mendapat kekuatan yang sama seperti sebelum terjadi keretakan.         
 Kemampuan berdiplomasi sang pemimpin terpilih akhirnya di uji di dalam pertaruhan ini,  Karena kadang-kadang di butuhkan  kekuatan, kelenturan, kesabaran dan daya tahan untuk mengatasi masalah yang terjadi sehingga mendapatkan keseimbangan konsep kepemimpinan, yang endingnya adalah menjadi pemimpin idola yang sesuai dengan kampanye saat pencalonan dan mampu menjalankan amanah masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.
KARYA INOVATIF DAN FENOMENAL
             Setelah menerima selembar Surat Keputusan ( BESLET,Pada zaman dahulu )  maka Kepala Desa terpilih harus langsung tancap gas untuk mengambil langkah dari pengamatan yang sudah mereka lakukan untuk membuat perubahan ke arah  sistem desa yang lebih baik. Ide-ide kreatif layak di lontarkan  untuk  memperoleh  respon  positif dari semua warga desa. Kadang-kadang seorang pemimpin di tuntut untuk bermimpi/ berangan-angan dengan harapan untuk mencapai impian tersebut menjadi sebuah obsesi yang harus di capai menjadi sebuah  kenyataan yang membanggakan / menyenangkan semua kalangan warga. Tentunya para pemimpin yang sudah terpilih menginginkan agar masa kepemimpinannya di kenang sepanjang masa karena rangkaian prestasi yang sudah di persembahkan kepada desa tercinta.
 Seperti para pemimpin masa lalu yang sudah memberikan contoh sehingga mereka layak di kenang dengan karya mereka, misalnya: H.M.SOEHARTO dengan TMII, Ir SOEKARNO dengan Stadion Senayan Bung Karno, Raja SAMAROTTUNGGA dengan candi BOROBUDUR, Raja RADEN PATAH Kerajaan Demak dengan MASJID AGUNG , maka perlu kiranya di fikirkan untuk membuat sesuatu yang berguna untuk umum dan berguna untuk waktu yang lama sehingga kelak akan di kenang para penerus , misalnya : tempat peribadatan, sarana olah raga,Bendungan untuk pengairan,dll.
Kabupaten Demak, sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang berani bermimpi dan  konsekwen  membuat langkah untuk berusaha menggapai impian itu menjadi sebuah fakta yang membanggakan.Bila impian para pemimpin  bertujuan   baik  maka penulis yakin akan bisa tercapai dan mendapat dukungan penuh dari warga. Dari  karya-karya  yang di lakukan di desa  maka sangat mungkin untuk mendorong pada kepemimpinan strata atasnya  untuk  membuat  karya  yang  lebih  fenomenal  pada tingkat yang lebih tinggi misalnya: membangun GELANGGANG OLAH RAGA tingkat Kabupaten yang akhirnya akan mampu menghasilkan lapangan pekerjaan dan melahirkan remaja dan atlet-atlet yang mampu mengangkat nama baik kabupaten Demak tercinta ini....AMIN.
                            

KEMACETAN BAGIAN PENGHAMBAT PEREKONOMIAN DAN SOSIAL



MENGURAI KEMACETAN TRANSPORTASI PADA JALUR DEMAK SELATAN
OLEH:HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si

            Kabupaten Demak memiliki masa lalu sejarah yang sangat penting alam perkembangan penyebaran agama islam di pulau Jawa.Dengan dukungan para wali, Kerajaan Demak mampu menampilkan diri sebagai daerah yang berkembang cukup pesat bahkan di segani oleh penjajah Belanda di eranya. Hal itu tidak bisa di lepaskan dari lancar dan terjangkaunya sarana transportasi yang menghubungkan antar daerah di dalamnya maupun keluar guna menjalin komunikasi dengan dan melakukan aktivitas perdagangan dengan luar.Faktor  letak menjadi yang utama, karena berada di antara daerah-daerah besar seperti Jepara, Kudus dan Semarang.
            Perubahan jaman membawa permasalahan yang sangat kompleks bagi para penduduk penghuni daerah kota Wali ini.Hampir setiap hari di jalur Demak bagian selatan yang meliputi Kecamatan Mranggen, Karangawen terjadi kemacetan yang sangat panjang sehingga sangat menghambat aktivitas warganya yang di tuntut cepat dan tepat untuk lancarnya aktifitas. Petugas kepolisian yang di terjunkan menjadi sangat repot dengan kondisi ini,karena pengguna jalan selalu berebut untuk bisa mendapatkan jalur yang lebih cepat. Ada 3 faktor kemacetan utamadi daerah jalur Semarang-Purwodadi ini: 1. Pasar ( Pasar Mranggen, Pasar Ganefo), Jalur kereta Api dan pabrik.
            Sebagai warga, penulis melihat ada beberapa alternatif solusi untuk mengatasi kemacetan yang sangat mengganggu kelancaran aktifitas dan tentunya sangat melelahkan ini.Pertama, Memberikan sosialisasi tertib lalulintas dan sanksi yang tegas terhadap pelaku pelanggaran di jalan raya. Dengan kondisi tuntutan tepat waktu pada tempat aktifitas masing-masing ternyata menyeret mereka pada tindakan yang kadang tidak terpuji dan melanggar aturan lalulintas.Hal yang demikian tanpa di sadari berakibat pada kemacetan yang berefek pada orang lain yang memanjang.
            Ke-dua, adanya jalur rel kereta api yang melintang di dekat pasar Ganefo ternyata berdampak cukup signifikan terhadap terjadinya kemacetan yang membuat transportasi dan komunikasi menjadi sangat lama dan melelahkan bagi para pengguna jalan, apalagi bagi yang melakukan perjalanan luar kota. Cara yang mungkin untuk mengatasinya adalah dengan melakukan kerjasama beberapa departemen terkait untuk membuat jembatan layang. Pemecahan masalah ini di samping mampu mengurai kemacetan juga akan mengurangi kecelakaan terpeleset rel kereta api yang sering terjadi. Bila kondisi hujan dengan letak jalur kereta api yang menyilang dengan badan jalan mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor yang terpeleset dan jatuh. Akhirnya rangkaian pengendara akan berjalan mengular sangat panjang karena harus pelan dan hati-hati, apalagi di tambah dengan banyak yang berjalan tidak dengan disiplin lalulintas akan menambah kacau di perjalanan.
            Alternatif solusi yang ke-tiga adalah dengan membuka dan membuat jalur-jalur alternatif yang baru dengan jalan lingkar. Ada dua jalur lingkar yang penulis coba suguhkan:1. Jalur selatan dengan melakukan kerjasama lintas Pemerintah daerah dengan PEMKOT  Semarang. Adanya jembatan yang terdapat di daerah pucanggading yang melintas di dekat lapangan Golf dan perumakan klipang akan sangat membantu mengurai kemacetan di jalur Demak selatan.2. Memperbaiki jalan pedesaan jalur Bulusari, Tegalarum yang akan sangat membantu mengurangi kemacetan, karena penduduk karangawen akan dapat menempuh jalur ini ke semarang utamanya untuk tujuan Genuk.3. Alternatif solusi yang paling banyak di perbincangkan akhir-akhir ini adalah pembuatan jalan lingkar yang menelan dana yang sangat besar sehingga sekarang belum kunjung jalan proses kelanjutannya.
            Penulis yakin,bila beberapa alternatif solusi tadi bisa di jadikan bahan pertimbangan oleh pemegang kebijakan untuk melakukan langkah perbaikan agar mampu membawa kemajuan kabupaten Demak di masa yang akan datang.

Kamis, 06 Februari 2014

PUISI KITA



SENANDUNG KERINDUAN  IV
Sejuta hasrat untuk bersua
Beribu riang berbalut  lara
Pesona nikmat dalam surga
Mengalun tembang penantian insan yang rela
Tinggalkan rasa letih dalam dada
Menghalau nafsu dan angkara
Bangkitkan gelora kasih sesama
Alirkan gemericik langgam kebersamaan
Hati...hati nan perkasa
Tafakkur dalam do’a dan sembah-NYA
Hasrat raih segala rahmat
Rengkuh indahnya do’a dan pengampunan
                                Marhaban Ya Ramadhan
                                Bulan penuh rahmat dan ampunan
                                Ungkapkan rindu kasih Ilahi
                                Dari hati insan yang bernurani
Alqur’an penuh mukjiyat lahir bersamamu
Lailatul qodar penuh Rahmat menyertaimu
Bangkitkan rinduku....
Atas rangkaian nikmat dan karunia-MU

                                                                                                BY: HERY SARWANTO





                                SENANDUNG KERINDUAN  V
Dingin menggigil
Derita di antara sejuta karya
Tatanan etalase terpancar ke angkasa
Ciptakan gending lembut berasa hampa
                        Angan-angan yang terbang ke awan
                        Ciptakan jaring laba-laba kekuasaan
                        Rintih dan perih tiada berarti
                        Tangisan tak jadi hambatan ambisi
Ambisi yang matikan empati diri
Tinggi hati hilangkan rasa peduli
Ku rindu... hadirnya kepedulian
Ku rindu... senyuman lahir dari hati terdalam...tanpa keterpaksaan


                                                                                                                BY: HERY SARWANTO








SENANDUNG KERINDUAN VI
Gemeretak menggelegar di udara
Suara hati nan lara
Aroma dusta
Bangkitkan genderang arogansi nyata
                Suara-suara tanpa birama
                Hadirkan hari penuh lara
                Luluhkan semangat kreasi dan ide kerja
                Bangkitkan rasa malas untuk berkarya
Ide-ide persekongkolan
Wajah-wajah penuh muslihat
Tembang dusta dan durjana pimpinan
Tanpa irama duli dan kebersamaan
                Ku rindu.....hadirnya rasa empati
                Ku rindu.....suara lembut dari dalam hati
                Alunkan tembang kesamaan penghargaan
                Lukiskan nuansa adil dan melihat kenyataan


                                                BY: HERY SARWANTO



PUISI KITA



SENANDUNG KERINDUAN I
Sayup suara burung malam
Kepak kelelawar tebarkan rasa kesepian
Padamkan pesona dunia kelam
Hanyutkan kokohnya tembok raksasa kehidupan
Sesosok tubuh berkelebat
          Sesungging senyum melintas
          Sayup hadirkan dendang kerinduan
          Masa lalu yang sudah terlalui
Wajah lembut nan sayu
Tubuh indah menawan
Keceriaan berbalut luka
Bangkitkan hasrat untuk berjumpa
          Nyanyian alam
          Alunkan nada-nada kehilangan
          Senandungkan kidung kerinduan.....
Hery Sarwanto
SMPN 3 Mranggen, Demak
                                       


SENANDUNG KERINDUAN II
Kemunafikan...
Gambarkan usainya sebuah kebenaran
Hilangnya naluri kemanusiaan
Terhempasnya kejujuran
        Ketertutupan...
        Bangkitkan rasa keingintahuan
        Suburkan skenario persekongkolan
        Sirami benih-benih penipuan
 Ku rindu... indahnya kebersamaan
Ku rindu... akan kejujuran
Ku rindu... pesona kebenaran
Menyanyikan senandung rindu keberhasilan



Hery Sarwanto
SMPN 3 Mranggen, Demak
                                        SENANDUNG KERINDUAN III

Rangkaian kata tertata untuk sang Raja
Rangkaian Alibi warnai sensasi
Bangkitkan gelora di dalam dada
Obsesi tinggi tanpa nurani
          Buah karya tanpa rasa
          sejuta noda tiada warna
          Aroma dusta dalam sketsa
          Dinamika Irama angkara
 Seuntai bunga  aroma keberhasilan
Menguak badai kedustaan
Bangunkan dari nista kebodohan
Bangkitkan etos perjuangan
          Ku sentuh dengan kelembutan
          Ku sayat penuh kemesraan
          Ku bongkar nuansa ketidak harmonisan
          Ku rindukan kebersamaan... Untuk Keberhasilan
                                        Hery Sarwanto
SMPN 3 Mranggen, Demak