Jumat, 28 Februari 2014

KEMACETAN BAGIAN PENGHAMBAT PEREKONOMIAN DAN SOSIAL



MENGURAI KEMACETAN TRANSPORTASI PADA JALUR DEMAK SELATAN
OLEH:HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si

            Kabupaten Demak memiliki masa lalu sejarah yang sangat penting alam perkembangan penyebaran agama islam di pulau Jawa.Dengan dukungan para wali, Kerajaan Demak mampu menampilkan diri sebagai daerah yang berkembang cukup pesat bahkan di segani oleh penjajah Belanda di eranya. Hal itu tidak bisa di lepaskan dari lancar dan terjangkaunya sarana transportasi yang menghubungkan antar daerah di dalamnya maupun keluar guna menjalin komunikasi dengan dan melakukan aktivitas perdagangan dengan luar.Faktor  letak menjadi yang utama, karena berada di antara daerah-daerah besar seperti Jepara, Kudus dan Semarang.
            Perubahan jaman membawa permasalahan yang sangat kompleks bagi para penduduk penghuni daerah kota Wali ini.Hampir setiap hari di jalur Demak bagian selatan yang meliputi Kecamatan Mranggen, Karangawen terjadi kemacetan yang sangat panjang sehingga sangat menghambat aktivitas warganya yang di tuntut cepat dan tepat untuk lancarnya aktifitas. Petugas kepolisian yang di terjunkan menjadi sangat repot dengan kondisi ini,karena pengguna jalan selalu berebut untuk bisa mendapatkan jalur yang lebih cepat. Ada 3 faktor kemacetan utamadi daerah jalur Semarang-Purwodadi ini: 1. Pasar ( Pasar Mranggen, Pasar Ganefo), Jalur kereta Api dan pabrik.
            Sebagai warga, penulis melihat ada beberapa alternatif solusi untuk mengatasi kemacetan yang sangat mengganggu kelancaran aktifitas dan tentunya sangat melelahkan ini.Pertama, Memberikan sosialisasi tertib lalulintas dan sanksi yang tegas terhadap pelaku pelanggaran di jalan raya. Dengan kondisi tuntutan tepat waktu pada tempat aktifitas masing-masing ternyata menyeret mereka pada tindakan yang kadang tidak terpuji dan melanggar aturan lalulintas.Hal yang demikian tanpa di sadari berakibat pada kemacetan yang berefek pada orang lain yang memanjang.
            Ke-dua, adanya jalur rel kereta api yang melintang di dekat pasar Ganefo ternyata berdampak cukup signifikan terhadap terjadinya kemacetan yang membuat transportasi dan komunikasi menjadi sangat lama dan melelahkan bagi para pengguna jalan, apalagi bagi yang melakukan perjalanan luar kota. Cara yang mungkin untuk mengatasinya adalah dengan melakukan kerjasama beberapa departemen terkait untuk membuat jembatan layang. Pemecahan masalah ini di samping mampu mengurai kemacetan juga akan mengurangi kecelakaan terpeleset rel kereta api yang sering terjadi. Bila kondisi hujan dengan letak jalur kereta api yang menyilang dengan badan jalan mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor yang terpeleset dan jatuh. Akhirnya rangkaian pengendara akan berjalan mengular sangat panjang karena harus pelan dan hati-hati, apalagi di tambah dengan banyak yang berjalan tidak dengan disiplin lalulintas akan menambah kacau di perjalanan.
            Alternatif solusi yang ke-tiga adalah dengan membuka dan membuat jalur-jalur alternatif yang baru dengan jalan lingkar. Ada dua jalur lingkar yang penulis coba suguhkan:1. Jalur selatan dengan melakukan kerjasama lintas Pemerintah daerah dengan PEMKOT  Semarang. Adanya jembatan yang terdapat di daerah pucanggading yang melintas di dekat lapangan Golf dan perumakan klipang akan sangat membantu mengurai kemacetan di jalur Demak selatan.2. Memperbaiki jalan pedesaan jalur Bulusari, Tegalarum yang akan sangat membantu mengurangi kemacetan, karena penduduk karangawen akan dapat menempuh jalur ini ke semarang utamanya untuk tujuan Genuk.3. Alternatif solusi yang paling banyak di perbincangkan akhir-akhir ini adalah pembuatan jalan lingkar yang menelan dana yang sangat besar sehingga sekarang belum kunjung jalan proses kelanjutannya.
            Penulis yakin,bila beberapa alternatif solusi tadi bisa di jadikan bahan pertimbangan oleh pemegang kebijakan untuk melakukan langkah perbaikan agar mampu membawa kemajuan kabupaten Demak di masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar