MENGURAI
KEMACETAN TRANSPORTASI PADA JALUR DEMAK SELATAN
OLEH:HERY
SARWANTO,S.Pd,M.Si
Kabupaten Demak memiliki masa lalu
sejarah yang sangat penting alam perkembangan penyebaran agama islam di pulau
Jawa.Dengan dukungan para wali, Kerajaan Demak mampu menampilkan diri sebagai
daerah yang berkembang cukup pesat bahkan di segani oleh penjajah Belanda di
eranya. Hal itu tidak bisa di lepaskan dari lancar dan terjangkaunya sarana
transportasi yang menghubungkan antar daerah di dalamnya maupun keluar guna
menjalin komunikasi dengan dan melakukan aktivitas perdagangan dengan
luar.Faktor letak menjadi yang utama,
karena berada di antara daerah-daerah besar seperti Jepara, Kudus dan Semarang.
Perubahan jaman membawa permasalahan
yang sangat kompleks bagi para penduduk penghuni daerah kota Wali ini.Hampir setiap
hari di jalur Demak bagian selatan yang meliputi Kecamatan Mranggen, Karangawen
terjadi kemacetan yang sangat panjang sehingga sangat menghambat aktivitas
warganya yang di tuntut cepat dan tepat untuk lancarnya aktifitas. Petugas
kepolisian yang di terjunkan menjadi sangat repot dengan kondisi ini,karena
pengguna jalan selalu berebut untuk bisa mendapatkan jalur yang lebih cepat. Ada
3 faktor kemacetan utamadi daerah jalur Semarang-Purwodadi ini: 1. Pasar (
Pasar Mranggen, Pasar Ganefo), Jalur kereta Api dan pabrik.
Sebagai warga, penulis melihat ada
beberapa alternatif solusi untuk mengatasi kemacetan yang sangat mengganggu
kelancaran aktifitas dan tentunya sangat melelahkan ini.Pertama, Memberikan
sosialisasi tertib lalulintas dan sanksi yang tegas terhadap pelaku pelanggaran
di jalan raya. Dengan kondisi tuntutan tepat waktu pada tempat aktifitas
masing-masing ternyata menyeret mereka pada tindakan yang kadang tidak terpuji
dan melanggar aturan lalulintas.Hal yang demikian tanpa di sadari berakibat
pada kemacetan yang berefek pada orang lain yang memanjang.
Ke-dua, adanya jalur rel kereta api
yang melintang di dekat pasar Ganefo ternyata berdampak cukup signifikan
terhadap terjadinya kemacetan yang membuat transportasi dan komunikasi menjadi
sangat lama dan melelahkan bagi para pengguna jalan, apalagi bagi yang
melakukan perjalanan luar kota. Cara yang mungkin untuk mengatasinya adalah
dengan melakukan kerjasama beberapa departemen terkait untuk membuat jembatan
layang. Pemecahan masalah ini di samping mampu mengurai kemacetan juga akan
mengurangi kecelakaan terpeleset rel kereta api yang sering terjadi. Bila
kondisi hujan dengan letak jalur kereta api yang menyilang dengan badan jalan
mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor yang terpeleset dan jatuh.
Akhirnya rangkaian pengendara akan berjalan mengular sangat panjang karena
harus pelan dan hati-hati, apalagi di tambah dengan banyak yang berjalan tidak
dengan disiplin lalulintas akan menambah kacau di perjalanan.
Alternatif solusi yang ke-tiga
adalah dengan membuka dan membuat jalur-jalur alternatif yang baru dengan jalan
lingkar. Ada dua jalur lingkar yang penulis coba suguhkan:1. Jalur selatan
dengan melakukan kerjasama lintas Pemerintah daerah dengan PEMKOT Semarang. Adanya jembatan yang terdapat di
daerah pucanggading yang melintas di dekat lapangan Golf dan perumakan klipang
akan sangat membantu mengurai kemacetan di jalur Demak selatan.2. Memperbaiki
jalan pedesaan jalur Bulusari, Tegalarum yang akan sangat membantu mengurangi
kemacetan, karena penduduk karangawen akan dapat menempuh jalur ini ke semarang
utamanya untuk tujuan Genuk.3. Alternatif solusi yang paling banyak di
perbincangkan akhir-akhir ini adalah pembuatan jalan lingkar yang menelan dana
yang sangat besar sehingga sekarang belum kunjung jalan proses kelanjutannya.
Penulis yakin,bila beberapa
alternatif solusi tadi bisa di jadikan bahan pertimbangan oleh pemegang
kebijakan untuk melakukan langkah perbaikan agar mampu membawa kemajuan
kabupaten Demak di masa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar