Selasa, 04 Februari 2014

PERTARUNGAN PROMO



PERTARUNGAN PROMOSI DI DUNIA PENDIDIKAN MENYAMBUT PESTA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si
            Setiap tahun ajaran akan berakhir maka selalu di ikuti dengan proses berikutnya yang sangat membutuhkan konsentrasi dan strategi jitu untuk membuat tercapainya tujuan yang menjadi target. Bahkan sebelum ujian penentuan kelulusan di lakukan selalu saja para pelaku pendidikan sudah membagi konsentrasi untuk mencari peserta didik yang akan mengikuti proses pembelajaran di tahun ajaran berikutnya. Sebuah sinergi dan proses yang berkesinambungan dalam rangka memenuhi harapan semua pihak yang bersinggungan dengan para pelaku peningkatan kualitas manusia muda sebagai calon objek didik.
            Benarkah yang di lakukan adalah upaya untuk memajukan dunia pendidikan kita...???. Apakah yang di lakukan tidak merusak keindahan alam...?,karena memasang baliho di sembarang tempat dan pohon. Bisakah mereka mengelola persaingan dengan positif dan tidak saling mencederai orang dan institusi lain...? Tidakkah yang terjadi hanya merupakan upaya untuk mengeruk keuntungan diri...? Sanggupkah para pelaku pendidikan melakukan upaya promosi dengan cara jujur dan mendidik...?
            Demikian banyak pertanyaan yang mengalir di dalam benak masyarakat kita dewasa ini yang peduli dengan pelestarian dan keindahan alam dalam menyikapi banyaknya fenomena pemasangan spanduk untuk memasarkan institusi diri yang ada dalam dunia pendidikan kita. Banyak cara yang dilakukan dalam rangka mencapai cita-cita dan kesejahteraan diri dan kelompok masing-masing. Banyaknya baliho yang bertebaran yang menyeberang di jalan raya seakan memberikan janji-janji yang manis kepada calon konsumen pendidikan. “Kualitas tinggi,lulus  langsung dapat kerja,gratis,pendidikan modern” adalah sebagian janji-janji yang banyak di berikan melalui spanduk-spanduk yang terpampang di jalan-jalan.
Bila kita telusuri dan lakukan pengamatan lebih mendekat ternyata tulisan yang terpajang hanya merupakan sebagian dari aksi yang di lakukan untuk menarik perhatian calon peserta didik dan orang tuannya.Kita akan lihat dan dengar banyaknya upaya lain melalui cara-cara yang mungkin agak kurang terpuji bila di kaji dari sudut pandang pendidikan bermoral dan religius.
            Pemberian yang dilakukan dengan pamrih merupakan tindakan yang kurang terpuji. Ada lembaga sekolah yang memberikan seragam sekolah, seragam pramuka, seragam olah raga kepada calon siswa yang di ikuti dengan janji-janji yang lain tentu sangat menarik untuk mereka. Kemudahan dan kenikmatan semu yang di tawarkan kepada para calon pengguna jasa pendidikan hanyalah ibarat mereka menggali lubang untuk memberikan service yang menarik, sebenarnya sebuah jebakan yang nanti akan di ikutilangkah berikutnya untuk mendapatkan keuntungan.Mereka tentu sudah memperhitungkan pula darimana galian lubang yang menganga tersebut akan di tutup agar rumah tangga institusi mereka tidak mengalami masalah.  
Bahkan ada cara yang lebih ekstrim lagi yang di lakukan untuk menarik simpati masyarakat dengan mengatrol nilai ujian. Menggunakan  segala cara yang di kembangkan oleh para panitia untuk membuat hasil siswa yang mengikuti ujian menjadi tinggi dan mendapatkan prosentase kelulusan yang tinggi.Hasil kelulusan yang tinggi,apalagi 100% akan mampu menambah daya tarik masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.Perilaku pendidikan ketidakjujuran yang di lakukan tidak pernah tereksplor, karena rapatnya model kerahasiaan strategi yang di kembangkan. Target pemenuhan kuota kebutuhan peserta didik yang penting terpenuhi adalah tujuan utama mereka,walaupun janji-janji untuk memberikan kualitas pendidikan yang baik seakan ibarat menantikan bulan terjatuh dari langit,karena sulit untuk didapatkan oleh siswa.
Berbagai tingkatan sekolah,dari SD/MI,SMP/MTS,SMA/SMK/MA sampai perguruan tinggi memang di tuntut pendai melakukan kreasi untuk menarik peserta didik sebanyak-banyaknya. Cara-cara santun dan tidak menodai arti kejujuran dan kebenaran akan lebih baik di bandingkan dengan melakukan pembohongan publik. Pemasangan baliho dan spanduk di batang pohon di pinggir jalan tentu merupakan langkah yang kurang tepat di lakukan oleh kita insan berpendidikan. Di samping tidak sedap di pandang mata juga akan mengurangi kekuatan dan daya tahan hidup bagi tanaman di pinggir jalan.
 Upaya promosi harus di lakukan oleh pembuatan produk, termasuk di dalamnya para produsen jasa pendidikan kepada calon peserta didik .Cara-cara yang inovatif dan tidak melempar janji yang sangat berat untuk di tepati tentu lebih bijaksana dan berdampak baik bagi dunia pendidikan kita.Menanggalkan “Negatif promotions” tentu akan lebih baik, karena merupakan service yang pertama kepada orang tua dan calon peserta didik.Menunjukkan karya nyata berupa perilaku yang simpatik murid yang sudah ada dan prestasi yang tinggi adalah cara bijak dan terpuji dan memiliki dampak panjang bagi promosi-promosi berikutnya di tahun ajaran depan.   
Hasil yang baik bagi peningkatan pendidikan karakter dan mencintai alam semesta demi kemajuan bangsa tentu yang sangat kita harapkan di masa yang akan datang, Tentunya kesadaran, kesabaran dan kepedulian para pelaku pendidikan untuk unjuk” pamer prestasi” tentu sangat kita harapkan dan bukan hanya unjuk “pamer janji” .Insya Allah anak-anak masa depan akan mendapatkan bimbingan yang lebih baik dan luas dalam merangkai jalan menuju keberhasilannya masing-masing sesuai bakat dan potensi yang di miliki tanpa terjerumus oleh janji –janji yang nanti akan menuntut mereka untuk membayar demi keberhasilan dan kemenangan institusi yang menjual negatif promosi,Amin

Selasa, 14 Januari 2014

SANG JAWARA


Tim ini telah berjaya selama kurun waktu lima tahun sebagai juara pertama dalam ajang POR PGRI Tingkat Kecamatan, dalam rangka HUT PGRI. 

Jumat, 18 Mei 2012

BANGKIT BANGSAKU

EVALUASI DAN PERUBAHAN UNTUK KEBANGKITAN BANGSA
OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd

Ibarat perahu yang akan berlayar mengarungi samudera luas akan menuju daratan yang lain bangsa ini sudah sampai ke tengah lautan yang jauh dari jangkauan mata memandang dari daratan. Rasa senang,bangga dan was-was serta ketakutan bercampur menjadi satu dalam rasa semangat untuk menunjukkan karya yang terbaik untuk sebuah perjuangan mencapai titik keberhasilan sampai ke tujuan. Berkecamuk gelora di dalam dada obsesi diri menuntaskan asa yang sudah di rankai sejak lepas dari landasan dermaga menuju tujuan yang sudah di canangkan bersama. Terpaan angin laut yang sangat kuat mencoba menghalangi dan memberikan hambatan untuk menggapai harapan target yang akan di capai harus di atasi dengan kekompakan dan saling pengertian di antara penumpang yang ada di dalam perahu agar mendapatkan kekuatan yang berlipat demi sebuah kata keberhasilan.
Badai gelombang yang sangat besar dengan suara gemuruh dan menggelegar seantero angkasa mencoba memberikan halangan kepada para pejuang yang akan menunjukkan karya dengan kadar pengabdian yang sangat tinggi melalui keikhlasan yang tanpa pamrih dan semangat rela berkorban dan bela negara yang tiada pernah berhenti. Rasa memiliki dan cinta yang mendalam membangkitkan harapan terhadap kelangsungan dan kejayaan pada masa yang akan datang.
Bangsa ini sudah sejak 1908 melakukan kebangkitan untuk melakukan gerakan bersama agar mendapatkan kekuatan yang menggumpal demi tercapainya harapan sebuah kekuatan bangsa yang di landasi dengan adanya kerukunan dan kebersamaan yang utuh dalam setiap langkahnya. Konsep persatuan dan kesatuan yang selalu di suarakan sejak awal seakan menjadi kendali yang kuat dalam setiap langkah menuju perbaikan bangsa ini demi menggapai cita-cita yang sudah di jadikan kesepakatan awal berdirinya bangsa ini yaitu masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.
Cita-cita yang luhur dan sangat di rindukan semua warganya tersebut seakan menjadi harapan yang semu saja sepanjang masa. Harapan untuk mendapatkan ketenangan, keamanan dan ketentraman hanyalah ibarat pungguk yang merindukan bulan saja yang tidak pernah tercapai hingga saat ini. Perpecahan dan benturan antar kelompok selalu saja terjadi dan sangat mudah tersulut menjadi permusuhan yang selalu saja banyak menimbulkan korban harta benda maupun nyawa.
Kita layak melakukan evaluasi bersama dengan hati yang jernih dan menggunakan empati yang tinggi terhadap semua warga negara ini agar langkah yang kita lakukan selalu berdasar pada pemikiran untuk orang lain tidak pribadi oriented. Parameter evaluasi yang di dasarkan atas kebutuhan ketenangan, keamanan dan kebersamaan yang bersandarkan atas asas kekeluargaan untuk merangkai kemakmuran dan perdamaian bersama. Evaluasi yang paling dasar adalah semua berkenan mengambil langkah mukhasabah terhadap diri sendiri kemudian melakukan lengkah perbaikan demi memberikan karya dan ide yang berguna untuk orang lain. Langkah merefleksi diri dan memberikan perubahan kebijakan diri lebih baik dari pada saling kritik terhadap orang lain yang mungkin atau bahkan pasti kurang berkenan terhadap yang berikan masukan. Dari evaluasi individu yang di lakukan di harapkan akan mampu membangun negara ini ke arah kehidupan kebangkitan yang baru menuju terwujudnya kebersamaan yang tidak hanya sebuah retorika saja tetapi sebuah harapan untuk menjadikan bangsa ini yang cerdas,damai dan adil makmur bahagia sejahtera.
Bangsa ini sangat merindukan kebersamaan dan kerukunan yang terasa indah tidak berbalut kebohongan yang bergaya bersama-sama memikirkan kepentingan orang banyak tetapi sebenarnya hanya memikirkan keuntungan diri semata. Langkah-langkah yang di jadikan pondasi gerakan kebersamaan dan kekeluargaan sebagai upaya untuk mengeksplorasi potensi bangsa ini agar mampu berdiri dan mandiri dengan kekuatan dan potensi diri yang di miliki. Segala potensi kita kelola dengan kelebihan serta kekurangan yang dimiliki berdasarkan penghargaan dan adanya pujian terhadap setiap karya untuk di satukan menjadi sebuah kekuatan. Dalam bahasa psikologi perlu ada sangsi dan pujian kepada setiap anggota masyarakat dengan batasan yang jelas dan tanpa terdapat rekayasa dan kepura-puraan dalam implementasinya.
Kebangkitan bangsa ini sangat bergantung pada rekayasa dan ide-ide kreatif pemimpin-pemimpin masa depan bangsa ini yang lebih mengandalkan kejujuran dan pengabdian di bandingkan dengan ambisi kelompok dan obsesi kenikmatan diri sendiri yang sering berakibat pada hancurnya nama diri sendiri.Sekaligus penghargaan kepada para pendahulu yang sudah berkorban dan berkarya untuk mencapai keadaan yang seperti sekarang ini.
Keikhlasan berkarya akan mampu menjadikan sumber inspirasi bagi diri sendiri maupun orang lain yang menjadi konsumen karya yang telah di lakukan dan tercipta.Membuat nama baik akan di ikuti dengan adanya apresiasi dan penghargaan yang di berikan kepada kita dari manapun, akan berbanding terbalik bila kita hanya mengejar materi untuk kenikmatan diri biasanya akan di sertai dengan hancurnya nama baik kita.Penulis yakin harapan itu masih selalu ada dan di berikan kepada bangsa ini untuk selalu menjadi salah satu yang terbaik di bumi ini melalui daya kreasi dinamisasi kerjasama dan saling pengertian serta kesabaran semua warganya...amin.

Senin, 30 April 2012

NAPA IPS TIDAK MENARIK

PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KURANG DI PERHATIKAN…?

OLEH: HERY SARWANTO,S.Pd,M.Si
Berdasarkan keputusan pemerintah tentang pelaksanaan ujian nasional hanya di laksanakan terhadap 4 mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia,Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris. Dengan dalih untuk peningkatan kualitas pendidikan nasional negeri ini, ternyata langkah – langkah kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi di masyarakat di lakukan. Walaupaun sudah mendapat banyak masukan dari berbagai kalangan, termasuk Mahkamah Konstitusi tetapi pemerintah bersemboyan” anjing menggonggong kafilah berlalu” untuk tetap menjalankan ujian nasional. Sehingga banyak terjadi berbagai masalah akibat dari kebijakan yang di ambil pemerintah tersebut.
Dampak negatif yang nyata akibat adanya Ujian nasional adalah menurunnya perhatian dan penghargaan siswa, orang tua dan para pengelola pendidikan dapat di lihat dari fenomena siswa mengurangi frekwensi belajar pelajaran yang tidak di uji nasional. Tidak ada orang tua yang mendorong dan menugaskan anaknya untuk belajar / les privat mata pelajaran non ujian nasional, begitu juga lembaga – lembaga bimbingan belajar tidak ada yang membuka bimbingan selain pelajaran uji nasional, Sehingga dari sana tampak jelas akan rendahnya penghargaan terhadap materi pelajaran yang di anggap bukan inti tersebut.
Semua jenis mata pelajaran yang di berikan di sekolah tentunya menginginkan mendapat apresiasi yang sama dari para peserta didik, wali murid, guru, pemerintah maupun para pengelola pendidikan lainnya. Bila kita berkenan mengkaji korelasi tentang pelajaran yang di berikan di sekolah dan permasalahan yang terjadi di masyarakat, tentunya kita harus berpikir ulang untuk hanya melaksanakan ujian nasional dengan 4 mata pelajaran yang akhirnya sangat membuat resah berbagai kalangan.

Karena pendidikan yang sebenarnya merupakan “proses pendewasaan terhadap manusia muda”, tentu di butuhkan pengetahuan yang sangat luas tentang kejadian yang sudah lampau, yang terjadi dan akan terjadi di masyarakat, hal tersebut tentunya akan di dapatkan di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ). Dari sana siswa akan mendapatkan informasi yang nyata tentang berbagai keadaan dan masalah yang sering terjadi dimasyarakat.
Rendahnya rasa semangat cinta tanah air, mulai terkikisnya toleransi dan kebersamaan bernegara yang di tandai dengan melemahnya semangat untuk berprestasi demi mengangkat nama besar negara di mata international adalah salah satu bukti akan pentingnya di berikan perhatian yang lebih terhadap mata pelajaran IPS. Dengan mempelajari masa lalu dan potensi yang di miliki oleh negara ini tentu akan mampu membangkitkan semangat siswa untuk berkarya demi diri, dan daerahnya sehingga semangat nasionalisme sebagai muaranya akan terbentuk dengan sendirinya. Sosialisasi dan aktualisasi diri siswa merupakan wahana untuk pematangan diri siswa sebelum mereka terjun pada kehidupan yang sebenarnya di tengah –tengah masyarakat kelak.
Kemampuan untuk mengetahui batas wilayah daerah dan Negara yang di tempati tentu akan di ikuti dengan bangkitnya rasa cinta tanah air yang tinggi. Negara kita sangat luas dan membutuhkan kepedulian kita untuk merawat dan mengelola segala potensi yang ada di dalamnya, sehingga kita mampu membuat rencana jangka pendek dan panjang dalam rangka optimalisasi sumber daya yang kita miliki untuk cita-cita membuat rakyat yang sejahtera.
Bila para pakar psikologi menyampaikan bahwa keberhasilan kita dalam kehidupan 80% di tentukan oleh kecerdasan emosi ( EMOTIONAL INTELLEGENSI) tentu layak untuk kita kaji bersama betapa kecerdasan emosi yang di maksudkan sangat banyak terdapat di dalam ilmu social. Ineraksi social, tata komunikasi yang santun , kemampuan mengelola dan mengerti hati orang lain merupakan hal yang sangat penting untuk di tonjolkan saat kita sampaikan mata pelajara IPS.
Sehingga penulis berpikir untuk mengajak kaum peduli pendidikan berkenan mencari cara agar pemerintah selaku pemegang kebijakan berkenan mencari alternative solusi yang lebih bijak demi perbaikan anak-anak kita di masa yang akan datang.

Selasa, 10 April 2012

JANGAN PAKSA ANAK DIDIK SAMA DENGAN KITA

JANGAN PAKSA ANAK DIDIK SAMA DENGAN KITA
OLEH:
HERY SARWANTO,S.Pd

Menurut Driyarkara pendidikan adalah upaya untuk memanusiakan manusia muda,sehingga merupakan kewajiban bagi kita yang lebih dewasa untuk memberikan upaya yang terbaik untuk menyampaikan pendidikan kepada anak-anak untuk masa depan mereka. Pengelolaan waktu yang efesien dan tepat merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, agar mereka terbiasa bertanggung jawab terhadap diri maupun orang lain di masa yang akan datang. Semakin hari seiring dengan pertumbuhan yang dialami akan membawa penambahan masalah yang semakin kompleks,sehingga membutuhkan kematangan diri dan pengendalian emosi dengan penggunaan logika pemikiran yang baik.
Pada saat anak memasuki usia pendidikan formal sangat dibutuhkan kejelian dan kemampuan khusus untuk melakukan eksplorasi terhadap potensi yang dimiliki oleh siswa agar mendapatkan hasil kualitas diri yang maksimal tanpa ada keterpaksaan dan penodaan terhadap nilai- nilai moralitas.Di dalam teori pendidikan ( KONVERGENSI ) disampaikan bahwa anak manusia yang dibekali dengan bakat ternyata harus di arahkan melalui pendidikan yang sesuai dan cocok untuk karakter dan potensi yang dimiliki oleh anak didik. Dari hasil bimbingan yang benar yang di- lakukan oleh guru akan mampu membangkitkan motivasi dan karakter diri yang tinggi untuk berjuang melakukan perbaikan terhadap kualitas diri baik secara lahir maupun batin. Prestasi akan datang sendiri sesuai dengan potensi dan fitrah dari Allah SWT apabila kita sudah melaksanakan proses pembimbingan secara rutin dengan benar dan konseptual.




PENDIDIK SEBAGAI JEMBATAN
Peran sentral yang dilakoni oleh pendidik adalah sebagai penyampai informasi dan penghubung antara kegelapan dan terangnya informasi keilmuan. Artinya pula guru menjembatani antara kebutaan ilmu pengetahuan dengan terangnya akan ilmu, sehingga harus ada wawasan yang luas yang dimiliki guru agar mampu mengantarkan peserta didik menuju dunia yang lebih universal dan ketat akan persaingan hidup. Sang pendidik harus mau mengantarkan siapapun tanpa pandang bulu menuju target masa depan obyek didik.
Hal penting yang seharusnya kita miliki adalah kemampuan untuk mengerti dan menyadari bahwa anak asuh kita tidak akan pernah sama dengan kita sehingga bagaimanapun kita tidak boleh membuat peserta didik menjadi kita. Masalah yang timbul bila siswa ditekan demikian ketat untuk mencapai maksud pendidik adalah sebuah kehancuran karena keliru proses dan arah pendidikan. Seorang guru mengajar mata pelajaran X memaksakan pelajaran yang disampaikan harus istimewa dikuasai siswa, sedangkan guru Y,Z,A,B,C juga demikian sama memaksa peserta didiknya untuk hasil yang sangat baik kepada siswanya, tentunya hal yang sangat berat harus dipikul oleh siswa selama menjalani proses pembelajaran di sekolah. Padahal seharusnya kita para pelaku pendidikan hanya menjadi penghantar anak- anak peserta didik menuju lembar kesuksesan.
Batasan kesuksesan seorang anak tentunya tidak bias digeneralissi antara satu dengan yang lain. Ada yang bilang berhasil bila dapat nilai metematika 8, ada yang kalau dapat nilai bahasa Inggris 8, tapi ada yang mengatakan berhasil bila sudah bisa menari atau di katakana berhasil bila masuk menjadi tim olah raga kabupaten, dll. Dengan banyaknya ragam batasan keberhasilan tentunya sebagai guru kita harus membekali diri dengan niat untuk mengantarkan anak didik kita ke jalan sukses mereka masing – masing dengan jalan yang akan di tempuh berbeda pula. Kita harus menggali potensi yang ada pada anak dengan penuh keikhlasan sehingga akan tergali potensi yang ada pada diri siswa. Jangan sampai terjadi bahkan anak didik di jadikan eksploitasi untuk kepentingan sekolah dengan di paksa untuk meraih nilai tinggi pada salah satu mapel sehingga tidak mempedulikan potensi yang anak miliki untuk di kembangkan. Bila yang terjadi demikian maka yang lahir adalah anak – anak bangsa yang tidak bisa inovatif dan cenderung menunggu di kendalikan orang lain.
Karena adanya niat terselubung , yaitu melakukan aktifitas tetapi tujuannya tidak ada keterbukaan, maka yang akan terjadi adalah penerus bangsa yang selalu licik dan memanfaatkan segala sesuatu hanya untuk kepentingan dirinya.
Kiranya hal – hal yang penulis paparkan di atas layak menjadi bahan kajian untuk bahan pemikiran kita bersama yang bergelut di dunia pendidikan,dalam melakukan kegiatan mendidik anak- anak kita. Sehingga kita mampu mewarnai para remaja calon pemimpin bangsa untuk selalu berani melakukan inovasi dan berkarya sesuai dengan bakat dan potensi diri yang mereka miliki masing – masing. Sebuah harapan pula kiranya para penerus bangsa terbentuk dengan kondisi yang ada di alam ini,mampu bertahahan dari goncangan yang menerpa dan selalu berfikir untuk menjadi anak- anak yang berguna bagi bangsa karena prestasi dan kemampuan yang mereka miliki.



Guru SMP Negeri 3 Mranggen, Demak

Selasa, 03 April 2012

MENUJU PRESTASI DEMAK

MENUJU PERUBAHAN PRESTASI KABUPATEN DEMAK

LATAR BELAKANG

Suatu daerah tentulah menginginkan memiliki kelebihan- kelebihan agar mampu bersaing dengan daerah lain. Demi mencapai keinginan tersebut akhirnya menempuh berbagai cara untuk menggali potensi yang ada di daerah tersebut.
Kabupaten Demak secara historis memegang peranan penting di dalam pengembangan agama karena merupakan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa, sehingga memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengembangkan diri ke arah prestasi pada event yang utamanya bersifat religius untuk mengembalikan kejayaan masa lalu.Merupakan hal yang sangat penting untuk di kaji,bila pada suatu ajang perlombaan yang bersifat keagamaan, misal: MTQ, Rebana, Tafsir Alqur’an Kabupaten Demak sering pulang dengan tangan kosong tanpa gelar juara.
Letak geografis Kabupaten Demak sangat strategis: karena terletak pada jalur besar
Jakarta- Surabaya, juga di kelilingi daerah-daerah yang memiliki prestasi yang baik di tingkat Propinsi Jawa Tengah. Sebut saja Kota Semarang, Kab Kudus, Kab Jepara adalah daerah yang Memiliki prestasi yang patut di banggakan, untuk level propinsi ataupun Nasional .
Potensi alam dan Sumber Daya Manusia: Kabupaten Demak memiliki potensi alam dan peninggalan budaya yang merupakan aset yang cukup kuat untuk berprestasi.Sedangkan Sumber Daya manusianya kalau di lihat dari sudut pandang sejarah juga memiliki potensi yang besar untuk berprestasi. Tercatat nama-nama : Raden Fatah, Pati unus,Sultan Trenggono adalah bukti sejarah akan potensi Sumber Daya Manusia Kabupaten Demak.Hal itu bisa menjadi bukti bahwa masyarakat Kabupaten Demak sebenarnya memiliki prospek yang baik untuk di kembangkan

WACANA KE DEPAN

Berdasarkan beberapa data di atas, sebagai warga Demak kita layak untuk merenung bersama,Agar kita mampu mendapatkan cara untuk memberikan kontribusi dalam rangka perbaikan prestasi Demak tercinta. Sehingga rendahnya prestasi Kabupaten Demak dari tahun ke tahun dari berbagai lomba, baik umum maupun pelajar dari lomba bidang Akademik ataupun non akademik dapat teratasi.Hal itu perlu dukungan pihak-pihak terkait,antara lain:



1. PEMERINTAH DAERAH DAN DPRD
Hal sangat penting di sini adalah peran Pemerintah Daerah ( BUPATI DAN DPRD ) yang “gila prestasi” yang akan selalu mendukung setiap usaha pencapaian prestasi putra daerah. Karena Pemerintah Daerah adalah pengayom sekaligus sumber kekuatan dari setiap langkah untuk pencapaian prestasi. Hal itu tidak mungkin kita pungkiri dan di tinggal lari atau bahkan ada ketakutan untuk berprestasi yang lebih tinggi, dengan alasan: semakin tinggi tingkat prestasi semakin besar biaya yang di butuhkan.ini yang pernah di alami oleh PSD, yang akan lolos ke Divisi yang lebih tinggi tetapi pengurusnya takut untuk mencari dana seperti yang di keluhkan bapak M Ridwan (Ketua PSD), jangan sampai kasus seperti ini merembet ke cabang lain, sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Termasuk di sini adalah dalam alokasi anggaran dana dari APBD untuk KONI dan pendidikan untuk mencapai prestasi. Dari anggaran yang tersedia suatu kegiatan / event lokal dan pembinaan bisa di lakukan, yang muara akhirnya adalah sebuah prestasi. Karena menurut para ahli,Pada sistem pembinaan dan kompetisi yang ketat dan benar akan lahir prestasi- prestasi yang fenomal.Pemerintah Daerah juga perlu untuk membangun “SPORT CENTER” guna memperbanyak kesempatan para remaja mengembangkan diri untuk menggali potensi mereka.Kalau kita mau berkaca dengan daerah- daerah di sekitar kita, betapa tertinggalnya dengan daerah lain. Mereka sudah memiliki stadion yang representatif sementara kita bisa lihat jauhnya dari kepantasan stadion kita untuk pertandingan resmi.Karena bangunan stdion biasanya akan mampu membangkitka semangat untuk berprestasi, sekaligus untuk obyek wisata bagi warga .

2. DUNIA PENDIDIKAN
Penulis berpendapat bahwa pendidikan sangat memegang peran yang sangat besar dalam upaya mencapai prestasi daerah.Pembinaan dan perhatian adalah kunci dari segala bentuk permasalahan rendahnya prestasi suatu daerah secara umum.Melalui proses pembinaan yang rutin yang di lakukan pada sekolah-sekolah serta di adakannya banyak event kompetisi akan mampu membangkitkan motivasi para siswa/remaja untuk berprestasi,sehingga pola pikir saat ini yang cenderung materi oriented dan hiburan oriented dapat di kembalikan ke prestasi oriented,dengan semangat tinggi untuk berprestasi.Keinginan untuk mengangkat nama baik daerah dengan berbekal semangat yang tinggi harus selalu di bangkitkan di setiap dada warga khususnya di kalangan kawula muda, Karena prestasi adalah tolok ukur gengsi dan keberhasilan suatu daerah.
Pada saat usia anak-anak bila sudah di tanamkan untuk memiliki motivasi berprestasi maka akan selalu terbawa hingga usia dewasa kelak. Sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Daerah, tentunya yang memiliki peran besar adalah dinas Pendidikan dengan Kepala Sekolah dan guru sebagai “ujung tombak” yang paling memiliki tingkat kedekatan langsung dengan siswa atau remaja yang mayoritas adalah subyek prestasi , Kepala-kepala Sekolah Ambisius prestasi yang terkelola dengan baik oleh wadah Pemerintah Daerah yang “gila prestasi,” penulis optimis akan mampu mendongkrak prestasi Kabupaten Demak baik Akademik maupun non Akademik.
Yang selama ini terjadi adalah : Banyak kepala sekolah yang berfikir bahwa mengirim siswa untuk mengikuti lomba adalah suatu pemborosan anggaran saja. Hal yang demikian harus di kikis dan dibalikkan arah 180 derajat sekarang juga menuju arah pola pikir”PRESTASI ORIENTED”,Sehingga harus sudah tertanam jiwa prestasi ke dada semua warga tidak terkecuali para Kepala Sekolah.
Bila selama ini yang menjadi masalah adalah masalah pendanaan, maka perlu dicarikan formula yang cepat tepat agar mampu mengatasi segala hambatan.Dengan rencana kegiatan yang matang maka dapat di hitung alokasi dana yang di butuhkan untuk di angkat secara gotong royong. Apalagi baru-baru ini di adakan Reorganisasi MKKS( Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ), Seyogyanya mampu membawa pembaharuan terhadap pola pikir para kepala sekolah. Suatu tatanan baru dengan” OBSESI DAN AMBISI “ yang tinggi menuju prestasi harus di ciptakan, Dengan perencanaan anggaran pendukung yang matang ,penjadwalan pembinaan dan event yang tertata rapi serta sistem informasi ke semua sekolah yang jelas, sehingga tidak hanya reorganisasi semu, yang tanpa ada pembaharuan ,evaluasi ,hanya untuk mengejar jabatan dan kekuasan belaka
Mari lakukan perubahan langkah menuju perbaikan . Dengan ambisi yang tinggi dan penataan yang bagus pasti akan mendapat respon positif dari masyarakat untuk memberikan dukungan ke arah tercapainya target “DEMAK GO TO PRESTASI”.

3.DUKUNGAN MASYARAKAT/ SWASTA
Tanpa kita sadari ternyata di dalam suatu wilayah, masyarakat swasta memegang peranan yang cukup dominan.Karena dari sana sebenarnya anak-anak setiap hari melalui serangkaian proses aktivitas kehidupan,mereka di tempa dengan banyak permasalahan yang secara sadar atau tidak akan membentuk jiwa dan karakter penerus bangsa tersebut.
Sehingga kita perlu membentuk “MASYARAKAT PRESTASI MANIA” Yaitu masyarakat yang selalu rindu dan haus akan prestasi yang di dapatkan .Fanatisme perlu di bangkitkan agar masyarakat ikut merasa memiliki daerah ini dan berkenan untuk ambil peranan.Bila masyarakat sudah memberikan dukungan total maka kekuatan yang sangat dahsyat untuk menggairahkan prestasi kabupaten Demak.
Salah satu yang bisa di lakukan adalah sistem bapak asuh, untuk suatu cabang kegiatan di serahkan kepada salah satu badan usaha yang di anggap mampu. Akhirnya , ini hanyalah sentuhan motivasi dari penulis bagi kita semua warga Kabupaten Demak Agar kita mampu melakukan Evaluasi terhadap kegagalan masa lalu ,untuk menggapai keberhasilan dan kejayaan masa yang akan datang.Karena hanya kita sendirilah yang akan mampu membawa dan mengubah daerah ini ke arah kemajuan dan prestasi tentunya.
Dengan harapan kita mampu melihat sesuatu yang baru di Kabupaten kita tercinta ini di masa depan yang berprestasi.Dengan semboyan “DEMAK GO TO PRESTASI”.


PENULIS : HERY SARWANTO,SPd,M.Si
GURU SMPN3 MRANGGEN,DEMAK
DAN PELATIH SEPAK BOLA PS SSS
Semarang,Klub Divisi 1PSIS.